Lina Jubaedah Tinggalkan Warisan Rp10 Miliar, Siapa Saja yang Berhak Menerima Bagian?

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 330 2152762 lina-jubaedah-tinggalkan-warisan-rp10-m-siapa-saja-yang-berhak-menerima-bagian-JnhnecDlbW.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

MANTAN istri komedian Entis Sutisna atau akrab disapa Sule, Lina Jubaedah, wafat dengan meninggalkan harta warisan sekira Rp10 miliar. Sementara almarhumah sendiri meninggalkan empat anak dari suami pertama, yaitu Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan, dan Ferdinand.

Kemudia Lina Jubedah meninggalkan satu anak dari suami kedua, yakni Delina Bintang Aura Putri yang masih balita. Lalu bagaimana sebenarnya pembagian harta warisan Lina itu menurut Islam?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, jika seorang istri meninggal dunia dan memiliki harta, maka itu semua akan diwariskan kepada anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan.

Begitu juga dengan suaminya, maka ia pun berhak menerima atau sebagai ahli waris dari istrinya yang telah meninggal dunia dan masing-masing memiliki bagiannya. “Karenanya kita harus tahu rukun waris dulu sebelum menentukan siapa yang berhak menerima harta warisan Istri tersebut,” katanya saat dihubungi Okezone, Selasa (14/1/2020).

Hal ini juga dijelaskan di dalam Alquran surah An Nisa, Allah SWT berfirman:

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya : “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seper-enam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orangtuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS.An-Nisa:11).

Sementara menurut Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia Ustadz Fauzan Amin, jika menggunakan sistem warisan atau ilmu faraid, pembagian harta waris memiliki takarannya masing-masing. Misalnya, anak laki-laki mendapatkan lebih besar dibandingkan anak perempuan.

“Kalau menggunakan sistem warisan, anak laki-laki dihitung kepala dua. Perempuan dihitung satu, kenapa? Karena anak laki-laki nantinya akan memiliki tanggung jawab atas istrinya. Kenapa perempuan cuma satu? Karena kalau perempuan nanti saat menikah berada di bawah naungan tanggung jawab suami. Jadi Islam sangat adil kalau mengikuti skema wasiat,” ucapnya.

Sedangkan mantan suami tidak memiliki hak untuk mendapatkan warisan. Sekalipun harta yang didapatnya adalah berasal dari suaminya yang pertama. Sedangkan suaminya yang saat ini berhak mendapatkan sebagai ahli waris. “Mantan suami tidak termasuk ahli waris,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini