nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saking Berbakti kepada Ibunya, Habib Ali Kwitang Gagal Ceramah di Singapura

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 14 614 2152865 saking-berbakti-kepada-ibunya-habib-ali-kwitang-gagal-ceramah-di-singapura-7OF8uiDBD4.jpg Singapura zaman dulu (Foto: Found Film)

Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi atau yang lebih dikenal Habib Ali Kwitang adalah orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Salah satu sikap berbakti Habib Ali Kwitang terlihat dari sikap beliau yang selalu siap sedia jika dipanggil ibunya.

Saat Habib Ali Kwitang mengajar murid-murid di majelisnya, ibunya, Nyai Salmah, tiba-tiba memanggilnya untuk diantarkan ke kamar mandi. Habib Ali Kwitang segera meminta izin kepada para jamaahnya dan langsung menemui ibunya.

 ilustrasi Batavia

Beliau kemudian menggendong ibundanya ke kamar mandi hingga balik ke kamarnya lagi. Setelah selesai merawat ibunya Habib Ali Kwitang baru melanjutkan mengajar murid-muridnya lagi.

"Hal ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, namun berkali-kali selama ibunya masih hidup," ujar Kolektor Arsip Habib Ali Kwitang, Anto Jibril beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir NU Online, Anto menceritakan, pada kesempatan lain Habib Ali Kwitang pernah diundang untuk memberikan sebuah ceramah di Singapura.

Ketika itu Habib Ali Kwitang hendak meminta izin kepada ibunya, Nyai Salmah, untuk menghadiri undangan tersebut. Namun ibunya tertidur. Takut ketinggalan, maka Habib Ali Kwitang langsung naik kapal di Tanjung Priok dan ikut berlayar ke Singapura.

Beberapa saat setelah itu, terang Anto, Nyai Salmah terbangun dan bertanya kepada Syarifah Aisyah Assegaf, istri Habib Ali Kwitang tentang keberadaan putranya.

Maka sang istri menjawab kalau Habib Ali Kwitang sedang dalam perjalanan ke Singapura untuk menghadiri undangan. Setelah ditunggu putranya tak kunjung pulang hingga sore hari, Nyai Salmah kemudian meminta Habib Ali Kwitang untuk segera pulang.

“Sorenya (Nyai Salmah) tanya lagi, mana Habib Ali? Mungkin karenanya ibunya lugu, menyangka kalau Singapura itu Tanah Abang mungkin. Jadi kata Nyai Salmah kepada menantunya, 'bilang sama Ali, disuruh pulang,” katanya.

Nyai Salmah kemudian langsung mengirim telegram kepada panitia agar Habib Ali Kwitang diminta untuk segera pulang. Ketika Habib Ali Kwitang turun dari kapal di pelabuhan Singapura, panitia memberitahu kalau ada telegram dari ibunya yang menyuruhnya pulang.

Seketika itu pula, Habib Ali Kwitang langsung meminta tiket pulang ke Batavia. Beliau tidak jadi menghadiri undangan di Singapura.

“Jadi Habib Ali itu sangat cinta kepada ibunya. Habib Ali kalau buka kitab tentang bakti kepada orangtua, (beliau) nangis dan yang mendengarkan juga nangis,” pungkas Anto.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini