SETIAP insan tentunya memilki masalah masing-masing, dan terkadang problem yang berat membuat pikiran jadi tak tenang serta hati resah.
Dalam kondisi demikian, seorang Muslim dianjurkan berzikir agar hati dan pikirannya bersih dan tenteram. Dikutip dari laman Lirboyo, dalil zikir sebagai penenteram hati yang resah yaitu:
إِنَّ لِكُلِّ شَيءٍ صَقَالَةٌ, وَإِنَّ صَقَالَةَ القُلُوبِ ذِكرُ اللهِ, وَمَا مِن شَيءٍ أَنجَى مِن عَذَابِ اللهِ مِن ذِكرِ الله (الحديث)
“Sesungguhnya bagi segala sesuatu itu ada pencucinya, dan sesungguhnya pencuci hati itu adalah zikir kepada Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah dari pada Zikrullah.”
Orang yang selalu berzikir hatinya bersih, bersinar dan mudah menerima kebenaran. Sebaliknya, orang yang lalai kepada Allah, hatinya rusak, gelap dan sulit untuk menerima kebenaran.
Diriwayatkan dari Abi Musa Ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذكُرُ رَبَّهُ وَالذِي لَا يَذكُرُ رَبَّهُ, مَثَلُ الحَيِّ والمَيِّتِ.
“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dan yang tidak berzikir, itu seperti orang yang hidup dan orang yang mati.”
Sebelumnya Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Masjid Agung Sunda Kelapa Ustadz Agustin Amirudin, mengatakan kepada Okezone bahwa salah satu zikir yang bisa dibaca setelah salat fardhu yakni:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astagh-firullah
(Abu Sahma Pane)