nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat, Salat Jumat Tak Wajib Bagi 4 Kelompok Orang Ini

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 09:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 31 330 2161065 catat-salat-jumat-tak-wajib-bagi-4-kelompok-orang-ini-src1WKqjjR.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SALAT Jumat hanya diwajibkan bagi setiap laki-laki Muslim. Sementara untuk Muslimah, menghadiri ibadah tersebut tidak wajib.

Sebenarnya ada empat kelompok orang yang tidak wajib Salat Jumat, pertama yang disebutkan di atas yakni wanita atau Muslimah, kedua budak, ketiga anak yang belum dewasa, serta yang terakhir orang yang sakit.

Hal ini sesuai dengan Thariq bin Ziyad yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammaf Shallallahu Wasallam bersabda: Salat Jumat adalah kewajiban bagi setiap Muslim untuk dilakukan secara berjamaah, kecuali empat orang: Budak, Wanita, Anak (belum baligh), dan orang sakit. (HR. Abu Dawud, 1067, dishahihkan Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqih, 1/190 dan Ibnu Rajab dalam Fathul Bari, 5/327).

Bolehkah Muslimah Salat Jumat? Diikutip dari buku Bimbingan Islam untuk Hidup Muslimah Halaman 105 yang disusun oleh DR. Ahmad Hatta, MA, Ibnul Mundzir dalam kitab al-ijma’ mengatakan, “Mereka (para ulama) sepakat bahwa jika ada wanita yang menghadiri Salat Jumat bersama imam, kemudian dia salat bersama imam, maka itu sudah sah baginya.” (al-ijma’, no.53).

Artinya Muslimah itu tidak perlu lagi melaksanakan Salat Dzuhur. Hal senada juga dikatakan Ibnu Qudamah, setelah ia memaparkan bahwa Salat Jumat tidak wajib bagi wanita.

Ia menegaskan, “Hanya, Salat Jumat itu sah dikerjakan wanita (bersama imam). Karena mereka salat jamaahnya sah. Dahulu para wanita salat berjamaah bersama Nabi.” (al-mughni, 2/243).

Namun, meski tidak ada larangan melaksanakan Salat Jumat bagi Muslimah, salat di rumahnya lebih baik bagi setiap muslimah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Salla, “Janganlah kalian menghalangi istri kalian untuk ke masjid. Dan rumah mereka itu lebih baik bagi mereka. (HR.Abu Dawud, 567, dishahihkan al-Albani)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini