Share

4 Tips Menyayangi Diri Sendiri, Pertama Jauhi Dosa

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 616 2161050 4-tips-menyayangi-diri-sendiri-pertama-jauhi-dosa-UKxYJGW9SQ.jpg Ilustrasi. Foto: Spectator

SALING menyayangi merupakan perintah agama. Namun pada praktiknya, seseorang kadang tak sadar pada kondisi menyayangi orang lain namun lupa menyayangi diri sendiri.

Seseorang mungkin berfikir bahwa menyayangi diri sendiri itu hanya bisa dilakukan dengan memanjakan diri semisal makan makanan kesukaan, belanja baju, dan lain-lain. Padahal tidak selamanya caranya begitu.

Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Ghazali memaparkan bahwa umat Islam bisa melakukan empat tips ini untuk bisa menyayangi diri sendiri. Ia menuliskan:

ุฑุญู…ุชู‡ ู„ู†ูุณู‡ ุฃู† ูŠุฑุญู…ู‡ุง ู…ู† ุนุฐุงุจ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุจุชุฑูƒ ุงู„ู…ุนุงุตูŠ ูˆุงู„ุชูˆุจุฉ ู…ู†ู‡ุง ูˆูุนู„ ุงู„ุทุงุนุงุช ูˆุงู„ุงุฎู„ุงุต ููŠู‡ุง

โ€œMenyayangi diri sendiri itu dengan meyelamatkan dirinya dari adzab Allah lewat menjauhi dosa, taubat, melakukan amal saleh dan ikhlas sebelum menyelamatkan orang lain.โ€

Cara pertama dalam meyayangi diri sendiri adalah menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Kita tahu bahwa dengan melakukan dosa akan mengakibatkan turunnya murka Allah. Jika kita sayang akan diri kita sendiri, tentu kita tidak berharap murka Allah tersebut datang kepada kita. Alhasil, orang yang bisa menyayangi dirinya sendiri tentu akan selalu menyelamatkan dirinya dari perbuatan dosa.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kedua adalah bertaubat ketika diri sendiri melakukan kesalahan atau kemaksiatan yang dilarang oleh Allah. Manusia memang tempatnya salah dan dosa, namun bukan berarti harus selalu salah dan melakukan dosa. Ketika melakukan salah, akui dan perbaiki, itu akan menjadi langkah yang lebih indah dibanding hanya menyesali sesaat dan berulang kembali. Jika sayang akan diri sendiri, kembali kepada ketaatan-Nya menjadi senjata andalan setelah salah dan khilaf.

Ketiga adalah melakukan amal saleh. Amal saleh di sini merupakan perwujudan nyata atas keimanan terhadap Allah SWT. Sebagaimana makna sebenarnya dari iman ialah mengucapkan dengan lisan, membenarkan dalam hati dan mengamalkan dengan melakukan amal perbuatan. Perbuatan yang baik inilah yang kelak akan setia menemani dan memberikan perlindungan yang baik di hari akhir.

Siapapun orangnya, tentu menginginkan yang terbaik untuknya. Kalau saja benar menyayangi dirinya sendiri, tentu akan banyak beramal saleh semasa hidupnya. Agar bahagia dan selamat dunia dan akhiratnya.

Terakhir atau yang keempat yaitu ikhlas. Menyerahkan segalanya kepada Allah SWT merupakan bentuk ketaatan dan perbuatan hanya kepada Allah. Tanpa memiliki nilai-nilai keikhlasan, tentu amal saleh yang telah diperbuat akan sia-sia. Tinggi rendah pahala yang diterima tergantung kepada kadar keikhlasan. Maka dari itu Allah mengajak setiap hamba yang beriman agar senantiasa menjaga keikhlasan untuk meraih derajat yang tinggi. Allah berfirman pada surat Az-Zumar ayat 2:

ุฅูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ููŽุงุนู’ุจูุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู€ู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตู‹ุง ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูŽ ๏ดฟูข

โ€œSesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Alquran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.โ€ (QS Az-Zumar: 2)

Demikian ditulis Alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang, Silmi Adawiyah, sebagaimana dilansir dari laman Teburireng pada Jumat (31/1/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini