nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muslimah Bekerja sebagai Karyawan atau Berwirausaha, Bagaimana Hukumnya?

Suherni, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 12:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 06 330 2164242 muslimah-bekerja-sebagai-karyawan-atau-berwirausaha-bagaimana-hukumnya-DIvNTxaaME.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

DALAM kehidupan sehari-hari sering ditemukan seorang Muslimah atau istri bekerja sebagai karyawan atau berwirausaha. Lalu bagaimana sebenarnya hukum Muslimah bekerja mencari uang?

Dikutip dari buku Bimbingan Islam Untuk Hidup Muslimah halaman 200-201 yang disusun oleh DR. Ahmad Hatta, Islam tidak melarang seorang Muslimah bekerja ataupun berwirausaha.

Bahkan sebaliknya Allah memerintahkan para hamba-Nya baik laki-laki Muslim maupun Muslimah untuk beramal dan bekerja. Allah berfirman:

"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin.'' (at-Taubah [9]: 105)

Ayat ini bersifat umum, bukan hanya untuk laki-laki, tetapi juga Muslimah. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

"Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil. Kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu." (an-Nisâ' [4]: 29)

Ayat ini juga bersifat umum ditujukan untuk laki-laki dan perempuan. Allah berfirman,

"Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, boleh satu orang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi yang ada, agar jika lupa, yang seorang agi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya untuk batas waktunya, baik (utang itu) kecil atau besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu pada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Maka, tidak ada dosa bagi kamujika kamu tidak menuliskannya." (al-Baqarah [2]: 282)

Ayat ini juga ditujukan untuk laki-laki dan perempuan. Perintah mencatat dan menghadirkan saksi dalam utang-piutang berlaku umum, bagi laki-laki maupun perempuan.

Dengan demikian, boleh bagi Muslimah untuk bekerja dan berdagang. Namun, perlu diperhatikan ketentuan-ketentuannya agar tidak terjadi fitnah dan dosa bagi Muslimah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini