nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salat Berjamaah, Bagaimana Hukum Mengimami Anak yang Belum Balig?

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 11:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 07 330 2164774 salat-berjamaah-bagaimana-hukum-mengimami-anak-yang-belum-balig-w8rAm9c1no.jpg Ilustrasi. Foto: The Power of Life

SALAT berjamaah memiliki banyak keutamaan yang sangat luar biasa. Makanya banyak umat Islam tidak ingin melewatkan kesempatan untuk ikut ibadah tersebut. Namun ketika sedang berada di rumah, sering kali makmum yang mengikuti salat berjamaah tidak semua orang dewasa atau masih ada yang belum balig.

Misalnya seorang anak laki-laki atau perempuan di bawah umur (belum balig) jadi makmum bagi orangtuanya. Lalu bagaimana hukum mengimami anak yang belum balig tersebut?

Ketua umum Wadah Silaturahim Khotib Indonesia (WASATHI) Ustadz Fauzan Amin mengatakan, hukum mengimami anak kecil yang belum baligh adalah sama halnya dengan berjamaah dengan orang dewasa, yang berarti hukumnya sah.

Namun terkecuali ketika Salat Jumat, anak kecil yang belum baligh tidak masuk ke dalam hitungan 40 orang dimana menjadi syarat penting dalam Salat Jumat.

“Nah yang bermasalah adalah seorang perempuan mengimami anak laki- laki yang belum baligh adalah tetap dihukumi salat sendirian, karena syari'at tidak membenarkan adanya seorang laki-laki manapun bermakmum pada seorang wanita,” katanya saat dihubungi Okezone, Kamis 6 Februari 2020.

Persoalan ini pun dijelaskan dalam Kitab Al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah berikut:

الشافعية قالوا : يجوز اقتداء البالغ بالصبي المميز في الفرض إلا في الجمعة فيشترط أن يكون بالغا إذا كان الإمام من ضمن العدد الذي لا يصح إلا به فإن كان زائدا عنهم صح أن يكون صبيا مميزا “

Artinya: “Ulama Syafiiyah berpendapat ‘Orang yang sudah baligh diperbolehkan bermakmum pada anak kecil yang sudah tamyiz dalam salat fardhu, kecuali dalam permasalahan Salat Jumat. Maka dalam mengimami Salat Jumat ini disyaratkan sudah baligh ketika ia termasuk dalam hitungan 40 orang yang mana Salat Jumat menjadi tidak sah tanpa bilangan ini. Ketika jumlah mereka (orang yang melaksanakan Salat Jumat) lebih dari 40 maka boleh anak kecil yang telah tamyiz menjadi Imam mereka” (Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah, juz 1, hal. 642).

Lebih lanjut, kata Fauzan, pada masa Rasulullah ternyata pernah terjadi peristiwa demikian, di mana 'Amr bin Salamah adalah salah satu sahabat Nabi yang menjadi imam salat pada usianya yang masih sekitar enam-tujuh tahun.

كان عمرو بن سلمة يؤم قومه على عهد رسول الله ﷺ وهو ابن ست أو سبع سنين.

Artinya: “Amr bin Salamah mengimami kaumnya di masa Rasulullah SAW, sedangkan dia masih berumur sekitar enam atau tujuh tahun.” (HR. Bukhari).

Sementara itu, dilansir dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah – KTB, hukum salat jamaah atau imamah bagi imam dan makmum yang belum baligh (kecuali untuk salat Jumat) hukumnya adalah sunah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini