nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keren! Sekolah Islam Tertua di Singapura Gunakan iPad untuk Belajar

Tiara Syifa, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 11:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 614 2167763 keren-sekolah-islam-tertua-di-singapura-gunakan-ipad-untuk-belajar-mQS2Bar54g.jpg Foto: AsiaOne/Ilyas Sholihyn

PERKEMBANGAN dan pemanfaatan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0 berlangsung sangat cepat. Sejumlah bidang melesat cepat mengikuti perkembangan, salah satunya di sektor pendidikan.

Dilansir dari Asia One, Rabu (12/2/2020), sekitar seribu tahun yang lalu, dunia muslim berkembang dengan matematika, sains, kedokteran, budaya, dan ekonomi.

Pada abad ke-8 hingga ke-13, Baghdad menjadi pusat intelektual, pusat pembelajaran yang menampung koleksi pengetahuan terbesar di perpustakaan yang dikenal sebagai the House of Wisdom. Sarjana muslim juga menemukan cara yang bisa membaca bintang-bintang, instrumen bedah, dan aljabar.

Namun, ketika kelompok agama konservatif dan fundamentalisme mendominasi, metode ilmiah seakan dikesampingkan. Ahli fisika nuklir yang berasal dari Pakistan, Pervez Amirali Hoodbhoy, berpendapat, konflik regular di Timur Tengah tidak sepenuhnya membantu hal itu .

Berabad-abad kemudian, lembaga Islam memiliki keyakinan kuat bahwa sistem pendidikan agama yang konservatif tidak perlu melarang teknologi modern yang canggih.

Faktanya, Madrasah Alsagoff Al-Arabiah yang berada di Singapura ini mendapat gelar resmi Apple Distinguished School karena telah mengubah sistem pengajarannya dari buku menjadi menggunakan iPad.

Sekolah yang terletak di sepanjang Jalan Sultan ini ada sejak tahun 1912. Sekolah tersebut menjadi sebuah lembaga yang didirikan atas warisan kehendak terakhir para pedagang Arab asal Singapura yang sukses, Syekh Mohamed bin Ahmed Alsagoff.

Pada kenyataannya, sekolah ini adalah lembaga yang mewajibkan penggunaan iPad untuk setiap siswa dan pengajar. Kecanggihan teknologi ini dimanfaatkan di setiap ruang kelas. Para guru memantau aktivitas siswa melalui aplikasi sambil memindahkan slide, memberikan latihan, dan menyelesaikan tugas siswa di layar.

Sekolah ini sama sekali tidak memakai buku teks, hanya ada iPad yang digunakan, baik oleh siswa maupun guru. Kepala Sekolah Madrasah Alsagoff Al-Arabiah saat ini, Syekh Mustafa Alsagoff, menyatakan dirinya memiliki sedikit keahlian di bidang komputer.

Setelah naik dewan pada 2011 dengan menggantikan posisi Syekh Abbas Mohamed Alsagoff, ia meneruskan visi pendahulunya untuk menyingkirkan persepsi siswa yang menempuh pendidikan di madrasah akan mengalami ketertinggalan modernisasi seperti teknologi.

Pemesanan iPad secara massal itu bukanlah hasil kesepakatan dengan produsen, melainkan hal yang dilakukan sekolah untuk menyelesaikan masalah. “Sejak awal kami memberi tahu siswa ini adalah perangakat pembelajaran, bukan untuk hiburan atau jejaring sosial,” kata Syekh Abbas.

Pada awal kemunculan iPad, tidak ada banyak aplikasi yang mendukung sistem pendidikan secara penuh. Sekolah mengembangkan sendiri perangkat lunak dan materi pembelajaran serta melatih siswa untuk mendigitalkan buku teks dan menghasilkan konten interaktif yang dapat dibagikan kepada teman atau generasi selanjutnya.

Sementara itu, para guru juga secara resmi dilatih untuk bekerja dengan iPad. Dengan kata lain, semua guru dapat membuat kode dan mengajarkannya kepada siswa di setiap tingkatan.

Syekh Mustaffa menegaskan iPad tersebut secara ketat digunakan untuk pendidikan di sekolah. “Alih-alih menggunakan perangkat semacam ini untuk hiburan, kami mengajari mereka bahwa perangkat ini sangat berguna untuk belajar. Anda sebenarnya dapat memiliki waktu yang positif,”tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini