nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tanaman Ini Digunakan Rasulullah untuk Sembuhkan Penyakit

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 614 2168304 5-tanaman-ini-digunakan-rasulullah-untuk-sembuhkan-penyakit-AeinbkOZKl.jpg ilustrasi: shutterstock

RATUSAN tahun lalu, peralatan medis dan obat-obatan tentunya belum secanggih saat ini. Namun teknik pengobatan sudah ada, bahkan saat zaman Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. Kala itu, masyarakat kerap kali menggunakan tanaman tertentu sebagai obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit. Tanaman ini juga digunakan dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat.

Dilansir About Islam, ulama Jalal ad-Din as-Suyuti, disebut pernah menjadi ahli pengobatan pada masa nabi. Tanaman yang dibuat menjadi obat-obatan itu berasal dari Alquran dan hadits. Lantas apa saja tanaman yang bisa digunakan untuk pengobatan? Simak ulasannya berikut ini.

Henna

Henna secara ilmiah dikenal lawsonia inermis yang telah lama dikenal di dunia muslim. Henna banyak ditanam di wilayah India dan Sudan, yang saat ini banyak digunakan sebagai bahan kosmetik.

Tanaman yang juga disebut sebagai tanaman ajaib ini diketahui memiliki efek penyembuhan yang hebat, mengandung banyak zat penyembuhan seperti tanin dan juga memiliki efek anti-mikroba dan anti-virus. Henna merupakan obat alami, murah, dan tidak memiliki efek samping yang diketahui ketika diminum.

Henna diketahui dapat menyembuhkan luka bakar, bisul, kutil, infeksi mencegah pembentukan ulserasi dan kerak. Cara menggunakannya pun mudah, cukup larutkan henna bubuk hingga menjadi pasta, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.

Onion seed (Nigella sativa)

Tanaman ini ditemukan di semak-semak di India, dengan bunga biru yang mencapai ketinggian hingga setengah meter. Awalnya tanaman berasal dari Turki dan Italia, dan dibawa ke India oleh dokter untuk dibudidayakan. Bijinya berwarna hitam (black seed) dan berbentuk segitiga, memiliki bau menyengat yang kuat, dan mengandung banyak minyak.

Khalid Ibn Sa'ad menyatakan bahwa dia bepergian dengan Ghalib Ibn Jabr ketika dia (Ghalib) jatuh sakit selama perjalanan. Ibn Abi Ateeq (keponakan Aisyah) datang untuk menemui mereka. Dia mengambil lima hingga tujuh black seed, menumbuknya, mencampurkannya dalam minyak zaitun dan menjatuhkannya ke lubang hidungnya (Ghalib). Ghalib Ibn Jabr menjadi sehat dengan perawatan ini.

Aisyah mengatakan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad (SAW) menyatakan bahwa ada obat dalam black seed untuk semua penyakit kecuali sam. Saya bertanya kepadanya, "Apa itu sam?" Dia berkata, "Kematian."

Jika dikonsumsi dengan cuka, black seed dapat menghilangkan masuk angin atau flu. Dan jika setengah sendok black seed direbus dalam air dapat membantu menyembuhkan asma dan juga meredakan efek racun sengatan lebah tawon.

Zaitun

Abu Na'im melaporkan bahwa Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi (saw) menyatakan, "Makan minyak zaitun dan oleskan (secara lokal), karena ada obat untuk tujuh puluh penyakit di dalamnya, dan salah satunya adalah kusta."

Minyak zaitun juga terkenal dapat mengobati wasir dengan cara dipijitkan. Buah ini juga telah memiliki tempat dalam farmakologi di AS dan Inggris. Kedua negara ini telah mengaitkan pentingnya minyak zaitun dalam pengobatan berbagai penyakit, dan memiliki parameter standar yang tetap untuk mengevaluasi kemurniannya.

Minyak zaitun mengandung asam palmatic, asam oleat, asam linoleat, asam steanat, asam miristat dan gliserida. Dalam hal ini, itu tidak larut dalam air tetapi dalam alkohol, eter, kloroform dan parafin cair.

Siwak

Rasulullah menggunakan siwak untuk membersihkan gigi dan mulut. Siwak berasal dari tanaman, meskipun tradisional, tetapi siwak telah mewakili langkah transisi menuju sikat gigi modern. Sekitar 17 tanaman yang berbeda telah digunakan sebagai instrumen alami kebersihan mulut.

Ranting yang paling banyak digunakan sejak zaman awal adalah Siwak atau Miswak. Tongkat ini diperoleh dari tanaman bernama Salvadora persica yang tumbuh di sekitar Mekah dan di Timur Tengah pada umumnya.

Meskipun tidak ada referensi untuk penggunaan siwak dalam Al-Qur'an, ada beberapa hadis yang menyebutkan manfaat siwak dalam menjaga kebersihan mulut; karena itu, siwak telah digunakan secara luas di kalangan umat Islam sejak Nabi Muhammad (SAW). Dalam hal ini, Nabi Muhammad dapat dianggap sebagai instruktur gigi pertama tentang kebersihan mulut yang tepat.

Siwak dapat menghilangkan plak pada gigi karena siwak mengandung astringen, deterjen, dan abrasive., sehingga Anda mungkin tidak akan terlalu sering pergi ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini