nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejarah Hari Ini, Lahirnya KH Hasyim Asy'ari sang Pendiri Nahdlatul Ulama

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 10:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 614 2168307 sejarah-hari-ini-lahirnya-kh-hasyim-asy-ari-sang-pendiri-nahdlatul-ulama-T8pQA6bG9r.jpg KH Hasyim Asy'ari. Foto: NU Online

TANGGAL 14 Februari merupakan hari kelahiran (harlah) KH Hasyim Asy'ari, tokoh pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

"14 Februari 1871, 149 tahun lalu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari terlahir ke dunia," ujar Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Robikin Emhas kepada Okezone, Jumat (14/2/2020).

Robikin mengatakan warga NU di seluruh penjuru dunia berdoa untuk kakek Gus Dur ini. Hal itu sebagai pengingat perjuangan Hasyim dan para pendiri lainnya terhadap NU dan negara.

"Hal yang selalu direfleksikan dalam momen ini antara lain, mengingatkan kembali jasa beliau yang luar biasa, yakni keberhasilan beliau mengharmoniskan hubungan agama dan negara," katanya.

Robikin menuturkan, Indonesia bersyukur memiliki sosok ulama seperti KH Hasyim Asy'ari. Bukan hanya sekadar ulama, ia juga adalah tokoh nasionalis karena berhasil merumuskan hubungan agama dan negara.

Bagi KH Hasyim Asy'ari, agama dan negara tidak saling bertentangan. Bisa berjalan seiring bahkan saling memperkuat.

"Sosok luar biasa yang merumuskan hubungan harmonis antara agama dan negara itu adalah Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari, pejuang kemerdekaan negara Republik Indonesia, pendiri Nahdlatul Ulama," ucapnya.

Terlebih pendiri Pesantren Tebuireng Jombang ini pun jadi inspirator bagi para santri seantero Nusantara, bahkan hingga ke berbagai negara. Selain itu, ulama yang disapa Mbah Hasyim itu juga berperan penting dengan perkembangan Islam Nusantara, dimana umat menjunjung tinggi nilai agama dan budaya.

Lebih lanjut, kata Robikin, hubungan negara dan agama dirumuskan dengan ungkapan yang sangat khas di kalangan Nahdliyin "hubbul wathan minal iman, yakni nasionalisme adalah bagian ajaran agama. "Indonesia dan dunia berhutang kepada beliau (red. KH Hasyim Asy'ari)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini