nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontribusi Sari Lenggogeni untuk Trend Wisata Halal Dunia 2020

Rabu 26 Februari 2020 15:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 26 615 2174474 kontribusi-sari-lenggogeni-untuk-trend-wisata-halal-dunia-2020-xK49IL4R7m.jpg dok: CIMB Niaga

PT BANK CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menjadi salah satu BANK di Indonesia yang akan terus menginspirasi masyarakat Indonesia melalui gerakan sosial #KejarMimpi. Inisiatif tersebut salah satunya diwujudkan melalui #KejarMimpi Leaders Camp di Universitas Andalas beberapa waktu yang lalu yang menghadirkan banyak pembicara inspiratif, Sari Lenggogeni Direktur Tourism Development Centre (TDC) Universitas Andalas adalah salah satunya.

Sari menjadi salah satu local heroes yang menginspirasi karena ia dipercaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang diminta untuk sumbang idenya tentang tren wisata halal dunia 2020 oleh Crescent Rating, salah satu lembaga yang punya kewenangan mengeluarkan rating wisata halal di dunia.

Nama lainnya yang terkait untuk menyumbangkan ide dan pemikirannnya adalah Attiya Ahmad dari The George Washington University, Mohamed Battour dari Universiti Sains Malaysia. Juga ada praktisi dan pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata halal dari berbagai negara di dunia. Dan sedikitnya ada tujuh pakar yang diberi kepercayaan untuk menyumbangkan ide dan pemikirannya, seperti tertera pada link crescentrating termasuk pakar pertama pariwisata halal Mohammed Battour, praktisi media halal di Jepang, direksi fatwa halal Singapore, konsultan Singapore dan lainnya.

Sari Lenggogeni juga mengatakan Crescentrating adalah lembaga otoritas wisata halal dunia yang berpusat di Singapura yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan indkes wisata halal.

“Lembaga ini, punya kewenangan mengeluarkan indeks wisata halal, dimana indonesia ditetapkan peringkat 1 pada tahun 2018,” kata alumni Universitas Queensland, Australia ini.

Sekadar informasi, Sari Lenggogeni merupakan salah satu akademisi yang tengah fokus dalam bidang pariwisata dan dikenal sebagai pakar yang sudah berkiprah membantu pemerintah kabupaten, kota hingga pemerintah pusat.

Perempuan yang akrab dipanggil Riri ini juga mengatakan jika apa yang dipublikasikan Crescent Rating akan menjadi acuan para pemangku kepentingan wisata halal nantinya, seperti pemerintah, akademisi, praktisi hingga pengusaha pariwisata halal dunia.

Baginya, penataan wisata halal di Indonesia dinilai hingga kini masih belum cukup baik mengingat banyak pihak yang masih tabu atau salah mengartikan tentang kosnep wisata halal ini.

Sari juga tidak hanya fokus melakukan penelitian pada bidang pariwisata dengam wadah Tourism Development Centre (TDC) Unand, saat ini dia juga menjadi salah satu reviewers dari Jurnal Scopus

"masih banyak yang menganggap pariwisata halal itu adalah pariwisata fully syariah yang tidak berbasis segmen, padahal tidak begitu," katanya

Menurut sari Wisata halal pada dasarnya tidak ada bedanya dengan wisata pada umumnya yang menyediakan atraksi unik dan menarik bagi wisatawan yang berkunjung. Yang membedakannya, wisata halal memberi ruang bagi wisatawan untuk mendapatkan akses ibadah serta makanan halal dengan lebih mudah dengan kata lain para wisatawan akan menikmati wisata ini lebih nyaman tanpa rasa khawatir.

Sari juga menturkan jika penggunaan istilah wisata halal di Indonesia malah justru memperkecil segmen pasar. Sehingga, tidak heran apabila pertumbuhan wisatawan dari negara Timur Tengah di Malaysia jauh lebih besar dibandingkan Indonesia yang merupakan negara dengan komunitas Muslim terbesar dunia.

Maka dari itu, Sari menekankan, jika wisata halal bukan berarti harus mengedepankan wisata yang sifatnya ibadah saja. Menurutnya, Indonesia harus belajar dari Negara yang mayoritas muslimnya juga banyak seperti negeri tetangga Malaysia.

Ia menjelaskan jika wisatawan Muslim di Malaysia bisa tumbuh pesat karena negara tersebut menyediakan kebutuhan wisata turis Timur Tengah.

"Di daerah Bukit Bintang, Malaysia, ada banyak restoran Arab. Mereka juga membuat atraksi yang menyenangkan bagi turis. Intinya turis Arabic tetap ingin mendapatkan aktivitas leisure itu sendiri, dengan fasilitas ibadah yang mudah diakses," tuturnya

Kendala utama yang kini dihadapi oleh Indonesia yakni lemahnya sistem pengelolaan dedestinasi wisata Indonesia yang kebanyakan masih bersifat pasif. Indonesia belum berani untuk menciptakan atraksi-atraksi yang dapat melibatkan wisatawan secara emosi.

Kendala lainnya tentu saja terletak pada masalah penggunaan istilah yang kurang tepat. Menurutnya, istilah wisata halal di Indonesia membuat segmen selain Muslim merasa tidak nyaman. Salah satu contohnya yang baru ini terjadi yaitu polemik wisata halal di Danau Toba dan Bali.

Maka dari itu, sari mengatakan jika ada baiknya penyebutan istilah wisata halal lebih baik jika diganti dengan wisata ramah Muslim atau wisata ramah keluarga.

"Pariwisata itu jangan mengenyampingkan DNA destinasi. Miskonsepsi ini akibat dari penggunaan terminologi yang salah," kata Sari.

Dengan bergabungnya Sari tentu saja membuat Sumbar patut berbangga, khususnya dunia pariwisata halal di Indonesia yang nantinya akan menjadi sejarah pertama pakar pariwisata Indonesia dipercaya Cressent Rating, yakni Dr Sari Lenggogeni yang berasal dari Sumatera Barat.

Dalam organisasi Islam dunia yang dirilis Cressentrating-Mastercard, Indonesia mendapat posisi ke-4 pada negara pariwisata halal.

Kementerian Pariwisata pun terus berupaya mengembangkan destinasi halal prioritas dan Sumatera Barat salah satunya.

Dengan kata lain Sari juga turut membuka peluang bagi generasi muda untuk terus mengejar mimpinya dan membawa harum nama Indonesia di tingkat Dunia.

Bagi sari, dengan bergabungya dirinya dan diberi kepercayaan sebagai Tim Pakar program di lembaga itu, pastinya akan membawa harum nama Indonesia dan khususnya eksistensi pariwisata Sumbar.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya di tanggal 03 Maret 2019, Sari menjadi salah satu pembicara pada event #KejarMimpi Leaders Camp yang diadakan di Universitas Andalas Padang. Pada kesempatan tersebut menghadirkan pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang mulai dari local hero, pemerintah, psikolog, akademisi, brand ambassador CIMB Niaga, hingga perwakilan dari manajemen CIMB Niaga.

Di dalam kegiatan tersebut para relawan yang berasal dari karyawan CIMB Niaga dan komunitas lokal melakukan pembenahan sekolah seperti mengecat dan merapikan lingkungan sekitar sekolah.

Tak hanya itu saja, para siswa disana juga diajak bermain dan belajar bahasa Inggris dan literasi keuangan di Taman Merpati Perdamaian Pantai Padang.

Gerakan #KejarMimpi sendiri sudah diinisiasi CIMB Niaga sejak 2017 dengan tujuan menginspirasi banyak anak muda agar berani mewujudkan mimpi menjadikan Indonesia yang lebih baik. Hal ini tentu saja sejalan dengan brand promise CIMB Niaga Forward yakni Forward Your Dream.

 (cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini