nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Harapan JK, Anies dan Menag Fachrul terhadap Pembangunan Museum Sejarah Nabi di Ancol

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 09:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 614 2174793 ini-harapan-jk-anies-dan-menag-fachrul-terhadap-pembangunan-sejarah-nabi-di-ancol-hLhU6Ta7YC.jpg Grounbreaking pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam. Foto: Novie/Okezone

KETUA Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla JK) meresmikan Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Rabu 26 Februari 2020.

Dalam acara tersebut JK mengatakan Museum Internasional Sejarah Nabi itu nantinya akan diisi berbagai hal terkait peradaban Islam dari masa ke masa, serta kisah-kisah kehidupan Rasul dan umat. Konsepnya dibuat dinamis dengan tujuan mengembalikan atau membawa kejayaan Islam yang dulu ke masa sekarang,

"Museum ini ingin dibuat museum dinamis bukan statis.... Kami tidak ingin museum masa lalu, tapi bagaimana mengembalikan sejarah kemajuan Islam berabad-abad yang lalu, tapi juga melihat masa depan," ucapnya saat peletakann batu pertama di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga hadir mengatakan, Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam cukup tepat dibangun di Ancol, sebab Islam masuk ke Jakarta melalui pesisir.

"Museum sejarah Rasulullah ini juga akan menampilkan peradaban sejarah masuknya Islam di Indonesia. Untuk itu saya mengundang tokoh-tokoh sejarah Islam," ujarnya.

Anies berharap Museum Sejarah Nabi dikunjungi wisatawan lokal maupun turis mancanegara, dan mengambil sisi positif dari apa yang ditampilkan, misalnya mencontoh atau meneladani sifat Rasulullah.

"Berharap juga dapat dijadikan tempat pengkajian atau penelitian. Jakarta akan memfasilitasinya," ucap Anies.

Sementara Menteri Agama Facrul Razi yang juga hadir berharap Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam dapat memberikan dampak positif atau bermanfaat bagi Muslim maupun non Muslim.

"Nanti bisa dilihat Islam pada dasarnya disebarluaskan dengan penuh kasih sayang," ucap Menag Fachrul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini