nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelar Akad Nikah di Masjid, Bagaimana Hukumnya?

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 00:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 11 330 2181680 gelar-akad-nikah-di-masjid-bagaimana-hukumnya-Cgh0vo5x3z.jpg Ilustrasi. Foto: Readers Rigest

SELAIN di rumah, gedung, atau suatu ruang terbuka, akad nikah kerap dilaksanakan di masjid atau musala. Tentu ada berbagai alasan yang membuat orang melangsungkan akad di tempat suci tersebut.

Lalu bagaimana sebenarnya hukum melangsungkan akad nikah di masjid? Dalam hadis yang diriwayatkan Sayyidah ‘Aisyah Ra, Rasulullah SAW bersabda:

أَعْلِنُوا هَذَا النِّكَاحَ وَاجْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ بِالدُّفُوفِ

“Umumkanlah akad nikah itu, lakukanlah di masjid, dan tabuhlah rebana untuknya.” (HR. At-Thirmidzi)

Berdasarkan hadis di atas, para ulama sepakat melaksanakan akad nikah di masjid hukumnya sunah. Sebagaimana penjelasan Abdurrahman al-Mubarakfuri menjelaskan dalam kitab Tuhfah al-Ahwadzi:

وَاجْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَهُوَ إِمَّا لِأَنَّهُ أَدْعَى لِلْإِعْلَانِ أَوْ لِحُصُولِ بَرَكَةِ الْمَكَانِ

“Lakukanlah akad nikah di masjid, karena hal tersebut lebih maksimal dalam menampakkan pernikahan dan untuk mendapatkan keberkahan tempatnya.”( Abdurrahman al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi, IV/178).

Syekh Abi Bakar Muhammad Syato ad-Dimyati menegaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah ath-Thalibin:

وَاجْعَلُوْهُ فِي الْمَسَاجِدِ مُبَالَغَةً فِي إِظْهَارِهِ وَاشْتِهَارِهِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ مَحَافِلِ الْخَيْرِ وَالْفَضْلِ.

“Lakukanlah akad nikah di masjid, karena hal tersebut lebih menampakkan dan memasyhurkan pernikahan. Dan karena sesungguhnya masjid adalah tempat yang lebih utama dalam mengadakan perkumpulan yang baik.” (Abi Bakar Muhammad Syato ad-Dimyati, I’anah at-Thalibin, III/316).

Dengan demikian, akad nikah di masjid sangat dianjurkan dengan catatan harus tetap menjaga kehormatan masjid dengan tidak melakukan hal-hal yang diharamkan di dalamnya, seperti mengganggu aktivitas ibadah orang lain, tidak membuat kegaduhan, dan semacamnya.

Begitu juga boleh acara makan-makan namun tetap menjaga kebersihan serta kehormatan masjid. Apabila tidak bisa, maka sebaiknya yang dilakukan di masjid hanya akad nikahnya saja, sebagaimana penuturan sebagian ulama Madzhab Maliki. Untuk rangkaian acara lain dilakukan di luar masjid. (Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, XXXVII/214).

Demikian dikutip dari laman Lirboyo pada Kamis (11/3/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini