nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merenggangkan Shaf Sholat karena Takut Tertular Virus Corona, Bagaimana Hukumnya?

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 12:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 18 330 2185184 merenggangkan-shaf-sholat-karena-takut-tertular-virus-corona-bagaimana-hukumnya-nyR8zScrBF.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

BEREDAR di media sosial video yang menujukan renggangnya shaf sholat berjamaah di suatu masjid. Salah satu yang mengunggahnya yakni akun Youtube @Serba Populer. “Takut virus Cov1d...,” demikian keterangan tertulis yang menyertai unggahan tersebut.

Lalu bagaimana hukumnya merenggangkan shaf sholat berjamaah karena takut virus corona (COVID-19)? Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol Masjid Istiqlal Ustadz Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, dalam keadaan darurat merenggangkan shaf sholat hukumnya mubah atau diperbolehkan.

"Dalam keadaan darurat yah enggak apa-apa. Apalagi menjadikan shaf rapat dan lurus itu kan bukan suatu yang prinsip dalam agama. Hal yang prinsip saja boleh ditiadakan kok ketika dalam keadaan darurat," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (18/3/2020).

Lebih lanjut, kata Abu, dalam salah satu kaedah fikih menyebutkan tentang kebolehan tentang melakukan sesuatu dalam keadaan darurat, yaitu:

الضَّرُوْرَاتُ تُبِيْحُ المحْظُوْرَات

Artinya: "Keadaan darurat membolehkan suatu yang terlarang."

Allah SWT berfirman:

فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ

fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā 'ādin fa lā iṡma 'alaīh

Artinya: "Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya."

Sedangkan di Masjid Istiqlal sendiri, lanjut Abu, belum ada imbauan atau intruksi merenggangkan shaf sholat ketika sedang berjamaah. "Belum ada instruksi imam besar untuk merenggangkan shaf," ucapnya.

Sementara menurut dai kondang Indonesia Ustadz Azhari Nasution, terkait dengan merapatkan shaf sholat, para ulama sendiri banyak yang berbeda pendapat soal hukumnya.

Para ulama fikih selain berbeda tentang standar merapatkan shaf, mereka juga berbeda soal status hukumnya. Ada ulama yg berpendapat wajib seperti Ibnu Hazm, ada juga yg mnghukuminya sekadar sunah seperti Ibnu Batthal dan Ibnu Daqiq al 'id.

 

Kata Azhari, jika dalam keadaan darurat seperti dikhawatirkan virus corona menular lebih luas, merenggangkan sholat saat berjamaah diperbolehkan. Hal ini dilakukan demi kemaslahatan umat agar terhindar dari sumber penyakit tersebut.

"Karena dikhawatirkan bisa mendatangkan keburukan, maka boleh merenggangkannya. Bahkan lebih jauh dari itu, orang yang mengalami gejala virus corona dia boleh sholat tidak berjamaah dan di rumah, tidak perlu ke masjid," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini