nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Medis yang Tangani Kasus Corona Dapat Keringanan saat Sholat, Ini Penjelasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 16:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 24 330 2188369 petugas-medis-yang-tangani-kasus-corona-dapat-keringanan-saat-sholat-ini-penjelasannya-d5ILQNJAzg.jpg Sumber Foto: Beredar di berbagai akun Facebook dan Instagram

PETUGAS medis saat ini tengah berjuang menyembuhkan pasien yang terjangkit virus corona (COVID-19). Agar tidak ikut tertular, dokter maupun perawat mengenakan pakaian khusus yang disebut alat pelindung diri (ADP).

Contoh ADP tersebut yakni pakaian yang menutupi ujung kaki sampai rambut, dilengkapi sarung tangan, masker, sehingga yang tampak langsung hanya mata. Dengan pakaian seperti itu diharapkan petugas medis tak tertular virus corona.

Sementara itu di dunia maya beredar foto petugas medis sholat mengenakan ADP atau tidak melepasnya. Jika demikian bagaimana hukumnya dalam Islam?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, pada dasarnya syarat sah sholat adalah suci atau bebas dari hadast dan najis.

Namun apabila dalam keadaan darurat, seperti para petugas medis yang sedang berjuang menyembuhkan pasien corona maka hukumnya mubah (boleh) dan mendapatkan rukhsah (kelonggaran atau keringanan).

"Karenanya sholat pun jika tidak memungkinkan mencopot APD dan masker yang dianggap menghalangi ibadah sholat, tidak wajib melepaskan APD dan masker. Sebab kondisinya dianggap darurat, terlebih menyangkut keselamatan jiwa dan raga, karena itu diperbolehkan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (24/3/2020).

Lebih lanjut, kata Ainul, dalam gerakan sholat khususnya sujud harus menempelkan dahi dan hidungnya ke bumi. Namun karena para tenaga medis ini sedang darurat maka diperbolehkan tidak menempel (tertutupi masker/ADP). Rasulullah SAW bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الجَبْهَةِ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ

Artinya: "Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki," (HR.Imam Bukhori).

Selain itu, para tenaga medis tersebut sedang dalam keadaan jihad melawan pandemi virus corona yang menyerang sebagian masyarakat Indonesia, sehingga mendapat keringanan dalam beribadah.

Allah berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ (238) فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (239)

Artinya: "(238). Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa [yaitu : shalat Ashr]. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyk'. (239). Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui." (QS.al-Baqarah : 238-239).

Berdasarkan ayat itu Ainum menjelaskan, "Dalam kondisi terbatas dan sangat protektif, tidak akan memungkinkan petugas mencopot APD dan mengenakan kembali, seperti masa normal pada saat menjalankan ibadah sholat, jadi sekali lagi boleh (red. mengenakan ADP," tuturnya.

Sementara itu hingga hari ini jumlah warga yang positif terkena virus Corona di Indonesia yakni 686 jiwa, meninggal dunia 55 jiwa, dan 30 sembuh orang. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (24/3/2020). "Total jumlah korban jadi 686 kasus positif corona," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini