Begini Sosial Distancing Ala Amr Bin Ash, Gubernur di Masa Umar bin Khattab

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 24 614 2188050 begini-sosial-distancing-ala-amr-bin-ash-gubernur-di-masa-umar-bin-khattab-ScbTCTycCB.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JUMLAH pasien virus corona (COVID-19) sudah mencapai 579, 9 meninggal, 30 sembuh. Salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi wabah penyakit ini yaitu menyerukan agar warga menerapkan social distancing, yaitu menjaga jarak antara satu individu dengan yang lainnya minimal 1,5 meter.

Penerapan social distancing sendiri sudah pernah dilakukan pada masa kejayaan Islam, tepatnya pada masa sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab. Hal itu dilakukan setelah wabah tha'un membuat warga bahkan dua gubernur wafat.

Al kisah pada saat masa kepemimpinan Umar Bin Khattab RA wabah tha’un menyerang daerah Amwas, kota di sebelah barat Yerusalem, Palestina – dan sudah menjalar sampai Syam (Suriah).

Pada saat itu Sayyidina Umar bin Khattab ingin melakukan perjalanan menuju Syam. Akan tetapi, mendengar adanya wabah tha’un di Amwas, ia memikirkan kembali langkahnya untuk terus lanjut ataukah kembali ke ibu kota.

Singkat cerita, setelah melakukan perundingan dengan para sahabat yang lain, ia akhirnya memutuskan kembali ke ibu kota Madinah Al Munawwaroh. Sebetulnya ia juga mengajak Abu Ubaidah Bin Jarrah yang saat itu menjadi gubernur Syam untuk pergi meninggalkan daerah terdampak wabah tha’un.

Akan tetapi Abu Ubaidah menolak karena dalam keadaan susah seperti itu ia tak mungkin meninggakan rakyatnya yang dalam kesusahan. Hingga akhirnya beberapa waktu kemudian Abu Ubaidah harus meninggal karena wabah tha’un tersebut.

Setelah sepeninggal Abu Ubaidah, Muadz Bin Jabbal menggantikannya. Namun, tak berselang lama setelah masa peralihan itu, ia dan keluarganya harus meninggal juga karena terdampak wabah mematikan itu.

Tak lama berselang, Umar Bin Khattab menetapkan Amr Bin Ash untuk menggantikan Muadz dan merampungkan masalah wabah tha’un tersebut. Sang gubernur Mesir itu terkenal sebagai orang yang cerdik. Tak butuh waktu lama untuk ia melihat keadaan yang terjadi di Amwas, ia menyerukan kepada seluruh penduduk untuk mengisolasi dirinya masing-masing.

Amr berkhotbah di depan para rakyat dan memerintahkan agar pergi jauh hingga rakyat-rakyatnya memencar ke berbagai penjuru. Ada di antara mereka yang pergi ke gunung, bukit, dan ke daerah-daerah terpencil.

Menurut Amr, jika semua orang terpisah dan terpencar maka wabah tidak akan dapat menyerang manusia.

Tidak butuh waktu yang begitu lama, akhirnya wabah tha’un itu langsung terselesaikan. Langkah Amr Bin Ash yang memerintahkan rakyatnya untuk berpencar ini, kalau pada saat ini bisa disamakan dengan social distancing atau pembatasan sosial.

Memberi jarak antara diri dan orang lain memang sangat diperlukan dalam situasi wabah penyakit atau virus seperti saat ini. Jika pada masa Umar bin Khattab yang diprakarsai oleh Amr Bin Ash, rakyat harus berpencar ke tempat-tempat terpencil, saat ini hal itu perlu dilakukan hanya dengan membatasi jarak sosial kita dengan orang lain.

Pemberian ruang jarak dengan orang lain ini bisa menjadi langkah efektif untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Meski tak dapat menghentikan penyebaran secara keseluruhan, langkah ini setidaknya dapat menurunkan jumlah pasien.

Oleh karena itu, mari jaga diri sendiri dengan pembatasan sosial. Saat ini menjaga diri sendiri bisa sangat berarti menjaga banyak orang. Demikian ulasan Sayidatul Afifah Rusda, Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, sebagaimana dikutip dari laman Tebuireng pada Rabu (24/3/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini