nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara Muslim Lajang Usir Kesepian saat Social Distancing

Restu Prihargayu, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 04:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 24 614 2188225 begini-cara-muslim-lajang-usir-kesepian-saat-social-distancing-Mk25wEVqhj.jpg Muslimah lajang social distancing (Foto: Deposit Photos)

Upaya social distancing telah dilakukan di berbagai negara di antaranya penutupan masjid-masjid, sekolah-sekolah, dan kantor-kantor. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Meskipun social distancing sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran COVID-19, memang ada orang-orang yang merasa kesepian. Misalnya kesepian yang dirasakan para mualaf, muslim yang masih lajang, dan orang lanjut usia.

 social distancing

Social distancing membuat muslim tak punya pilihan lain kecuali mengandalkan teknologi dan gadget dalam membangun koneksi dengan orang lain agar tak kesepian.

“Saya merasa terisolasi sebab selama ini saya orang yang punya kehidupan sosial dan mendapatkan energi dengan bertemu orang-orang. Jadi kali ini, keadaan terasa sulit," ujar Saadia Ahmad, seorang muslimah lajang dari Boston, AS.

“Tapi alhamdulillah, saya bisa terhubung secara online, melalui media sosial, smartphone, melalui platform seperti WebEx dan Zoom dengan teman-teman saya. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya jika ini terjadi sebelum semua teknologi ini ada, pasti sangat kesepian,” kata Saadia.

Sekitar 20 persen muslim di Amerika adalah mualaf. Mereka tak tumbuh terkait dengan budaya Islam sebelumnya.

Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh KALW, menjadi seorang mualaf dapat membuat kehidupan menjadi sepi, tetapi memakai internet juga membuat keadaan tidak berubah.

“Sejatinya social distancing adalah komunikasi secara spiritual dengan orang lain. Tinggal di rumah adalah bentuk rasa cinta kita kepada tetangga kita agar tak menyebarkan COVID-19. Saat ini saya merasa jauh lebih terhubung dengan orang-orang karena kita semua mengambil tindakan peduli dan penuh cinta bagi kesehatan bersama," ujar Rose Deighton, seorang muslimah Amerika

"Bagi saya, pemisahan fisik sementara ini adalah simbol indah dari interkoneksi yang jauh lebih dalam,” tambah Rose Deighton.

“Saya berzikir bersama melalui telepon dengan beberapa teman. Saya juga memakai FaceTime dengan orang-orang yang saya cintai. Itu memberi saya kekuatan di saat-saat saya gelisah dan rindu mendengar suara mereka,” lanjut Rose Deighton.

Seperti dilansir dari About Islam, meski social distancing membuat muslim lajang kesepian, namun mereka tetap berusaha keras dan berkomitmen untuk melakukan apa yang diperlukan guna mengurangi wabah COVID-19.

“Sejatinya ada banyak cara untuk merasa terhubung secara Islam atau sosial. Saya sarankan terhubung secara online agar tak kesepian. Intinya kita semua punya kewajiban untuk melakukan sosial distancing dan berharap virus ini segera diberantas," tambah Saadia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini