nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Wasekjen PBNU Aji Hermawan Meninggal, Robikin Emhas: Beliau Pribadi yang Baik

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 14:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 614 2188785 mantan-wasekjen-pbnu-aji-hermawan-meninggal-robikin-emhas-beliau-pribadi-yang-baik-mdQMwzRnRX.jpg Mendoakan orang meninggal (Foto: Istock)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kehilangan kembali salah satu anggotanya yaitu mantan Wasekjen PBNU sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Intitut Pertanian Bogor (LPPM IPB), Doktor Insinyur Aji Hermawan yang meninggal dunia pada Rabu, (25/3/2020) pukul 03.00 WIB dini hari.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH. Robikin Emhas. Ia mengatakan, sebelumnya Aji Hermawan dirawat di salah satu rumah sakit di Bogor sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pandemi virus corona (COVID-19).

 Aji semasa hidup

"Beliau sebelumnya sempat dikabarkan PDP dengan suhu tubuh 38,2 C ketika masuk rumah sakit dan meninggal dunia Rabu (25/3/2020) pukul 03.00 WIB. Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium apakah positif COVID-19 atau tidak," katanya kepada Okezone melalui pesan singkat, Rabu (25/3/2020).

Lebih lanjut, kata Kiai Robikin, sosok Wasekjen PBNU ini adalah seorang berkepribadian yang baik. Selain sebagai dosen, Aji juga memegang amanah lainnya, seperti Kepala yang permah menjabat sebagai Wasekjen PBNU, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor.

"Ya Allah saya bersaksi Doktor Insinyur Aji Hermawan adalah pribadi baik, rendah hati. Khidmahnya bagi kemanusiaan untuk agama, bangsa dan negara tak diragukan. Ya Allah, mohon tempatkan Mas Aji Hermawan di tempat terpuji. Lahu Al-Fatihah," ucapnya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Prof Arif Satria melalui siaran pers resmi yang Okezone terima, ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu dosen di kampus tersebut.

"IPB University sangat kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kita doakan semoga karya-karya pak Aji menjadi amal soleh yang akan terus mengalirkan pahala. Semoga beliau husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah, " katanya.

Arif mengatakan, Aji Hermawan didiagnosa tipus. Dalam perkembangannya telah dilakukan tes SWAB atau uji laboratorium menggunakan lendir, yakni saat ini tes tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pasien terkena COVID-19.

"Tetapi hingga kini hasilnya belum keluar. Sebagai antisipasi, Crisis Center IPB University meminta seluruh pihak yang berkontak dengan almarhum dalam 14 hari terakhir untuk melapor ke Kontak Layanan Crisis Center dan melakukan karantina mandiri, hingga hasil tes SWAB diperoleh. Kita berharap hasil tes SWAB-nya negatif, " pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini