nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Keistimewaan Ibu Dalam Islam yang Perlu Kamu Tahu

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 614 2189337 ini-keistimewaan-ibu-dalam-islam-yang-perlu-kamu-tahu-KJHVHlbev1.jpg Keistimewaan ibu (Foto: Aquila Style)

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, anak yang berbakti kepada orangtua khususnya seorang ibu dengan tulus dan ikhlas akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

"Keberkahan anak yang berbakti kepada ibu atau kedua orangtuanya adalah pintu masuk surga dan merupakan bagian ibadah paling indah," katanya saat dihubungi Okezone, Kamis (26/3/2020).

 Ibu Presiden Jokowi

Rasulullah SAW bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

Artinya: "Orangtua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya."(HR. Tirmidzi).

Di dalam Islam, terang Ustadz Ainul Yaqin, ibu memiliki keistimewaan dan kemuliaan yang tak terhingga. Bahkan Islam menempatkan posisi ibu begitu indah dan tinggi di mata manusia.

"Sampai-sampai Nabi Muhammad SAW menyebut tiga kali ketika ditanya posisi ibu di mata anak dalam konteks berbakti, sebagai bukti keistimewaan ibu di mata Allah," ucapnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « ثُمَّ أَبُوكَ »

Artinya: "Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu.’ Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ayahmu’."(HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu terdapat keberkahan di dunia, anak berbakti kepada ibu juga dimudahkan dalam urusan dunia hingga akhirat, hingga jaminan surga kelak di akhirat bagi anak yang senantiasa selalu berbakti.

Allah SWT berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS. Luqman: 14).

Namun demikian, selain ibu seorang ayah juga punya peranan penting yang tidak kalah dari ibu, tetapi konteks hadist di atas adalah bentuk birul walidain atau suatu pengabdian kepada ibu yang sangat kita kagumi.

"Otomatis ayah juga berada diposisi yang harus kita hormati dan sayangi. Begitulah Islam meletakkan sendi-sendi yang sangat sederhana namun besar kaidah dan hikmah penghormatan tersebut. Tanpa ibu kita tidak berarti apa-apa, tanpa ibu banyak anak kehilangan cinta, tanpa ibu kita menjadi anak-anak tanpa ruh cinta dan kasih sayang serta kering dan kurang berarti," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini