Momen Umar bin Khattab Tak Jadi Masuk ke Wilayah Wabah Penyakit

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 02 330 2193127 momen-umar-bin-khattab-tak-jadi-masuk-ke-wilayah-wabah-penyakit-w7rvaeInbJ.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

SEJUMLAH negara menerapkan lockdown guna mencegah penularan wabah penyakit bernama virus corona COVID-19. Contoh yang menerapkannya adalah Pemerintah Italia dan Arab Saudi. Bedanya di Arab Saudi lockdown hanya diberlakukan untuk beberapa kota, sedang di Italia berlaku di seluruh wilayah.

Lockdown dalam kontes ini maksudnya melarang orang masuk dan keluar ke wilayah yang diserang wabah penyakit. Kebijakan seperti ini pernah diterapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab

Ustadz Felix Siauw menceritakan lewat akun Instagramnya @felixsiauw tentang bagaimana Umar bin Khattab tidak masuk ke Kota Syam yang diserang wabah penyakit. Ia sempat bingung apakah masuk ke wilayah itu atau tidak, namun setelah mendengar sabda Rasullah tentang lockdown baru kemudian ia balik arah, pulang. Berikut sabda Rasul tersebut:

"Bila kamu mendengar wabah di suatu negeri, jangan datangi. Bila wabah itu di negeri tempatmu, janganlah keluar dari situ" - HR Muslim

Untuk lebih jelasnya, berikut penuturan Felix Siauw tentang momen Umar bin Khattab tak jadi masuk ke wilayah yang diserang wabah penyakit Thaun.

“Ceritanya umum diketahui: Khalifah Umar dalam perjalanan ke Syam, lalu diberitahu ada wabah di sana. Umar musyawarah, hasilnya, putar balik.

Abu Ubaidah, sosok yang digelari aminul-ummah oleh Rasul, lantas protes" "Apakah kita hendak lari dari takdir Allah?". Umar kaget, sebab harusnya Abu Ubaidah sudah paham.

Lalu Umar menjawab dengan perkataan yang sangat terkenal: "Ya, kita lari dari takdir Allah yang satu, kepada takdir Allah yang lain". Brilian.

Abdurrahman bin Auf menengahi mereka, membacakan hadits Rasulullah: "Bila kamu mendengar wabah di suatu negeri, jangan datangi. Bila wabah itu di negeri tempatmu, janganlah keluar dari situ" - HR Muslim.

Urusan selesai, semua pihak puas. Itu contoh terbaik, dari generasi terbaik. Sebab bila fatwa sudah dikeluarkan, prosesnya tepat, ulamanya punya kualifikasi, maka fatwa benar dapat 2 pahala, fatwa salah dapat 1 pahala.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya