nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Hukum Menikah di Tengah Wabah Corona? Ini Penjelasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 April 2020 12:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 330 2194781 bagaimana-hukum-menikah-di-tengah-wabah-corona-ini-penjelasannya-YtUTyM0deN.jpg Ilustrasi. Foto: Hiveminer

Pandemi virus corona (COVID-19) berimbas pada sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan, salah satunya adalah pernikahan. Saat ini pemerintah telah mengimbau agar resepsi pernikahan ditunda guna memutus rantai penularan corona.

Lalu bagaimana hukum menikah di tengah pandemi COVID-19 ini? Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, tidak ada yang menetapkan apakah pernikahan itu halal, haram, mubah (boleh) atau makruh (mendekati dosa). Namun lebih baik menundanya lebih dulu karena adanya halangan, yakni wabah penyakit.

"Ada qoidah fikih yang menyatakan bahwa meninggalkan bahaya lebih didahulukan daripada menjalankan kemaslahatan, termasuk perkara sunah yakni menikah. Konteks mencegah bahaya ini terlebih berkaitan dengan keselamatan jiwa dan nyawa," ujarnya kepada Okezone, Senin (6/4/2020).

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Artinya: "Meninggalkan atau menghilangkan bahaya (mafsadat) lebih didahulukan daripada mengambil manfaat" (Qowai'id Al Fiqhiyah, Hal 253).

Qoidah lainya :

يُتحمل الضرر الخاص لدفع الضرر العام.

Artinya : "Penderitaan khusus ditolerir demi mencegah penderitaan yang lebih umum."

Lebih lanjut, kata ustadz Ainul Yaqin, menikah memang salah satu yang disunahkan, dan bagi siapa saja yang melaksanakannya, maka akan mendapat pahala. Rasulullah SAW bersabda:

اَلنِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوْا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ.

Artinya: "Menikah adalah sunahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat)."(HR. Ibnu Majah).

Ainul mengatakan, "Memang benar bahwa menikah memiliki banyak keutamaan dan pahala yang Allah berikan. Keutamaan itu diberikan kepada orang yang telah sanggup secara lahir batin. Akan tetapi menikah juga harus memperhatikan posisi dan keadan, baik lingkungan, situasi, keamanan, kesiapan, dan kemaslahatan secara umum," tuturnya.

Selain itu, jika pasangan calon pengantin itu bisa menahan atau menunda pernikahannya untuk sementara waktu karena takut wabah COVID-19, maka kebaikan yang akan diterima mereka sebab banyak menyelamatkan orang lain.

"Tujuan mulianya adalah meminimalisir penularan COVID-19, maka kebaikan yang akan diterimanya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini