Tips Menjaga Kesucian Diri ala Habib Abdullah

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 616 2199934 tips-menjaga-kesucian-diri-ala-habib-abdullah-TC50FWhPVV.jpg Ilustrasi. Foto: Aboutislam

ALLAH SWT telah menurunkan Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan umat Islam agar selamat di duni dan akhirat. Oleh karena itu sunah hukumnya mengikuti kebiasaan-kebiasaan sang Rasulullah tersebut.

Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad yang semestinya diikuti oleh umat Muslim yaitu menjaga kesucian diri atau dawam wudhu. Ada banyak keutamaan yang didapatkan orang yang mejaga kesusiannya.

Dikutip dari laman Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) pada Kamis (16/4/2020), contoh keutaman dawam wudhu adalah sebagai penggugur dosa-dosa, sebagaimana diterangkan dalam hadis riwayat Muslim. Dosa-dosa itu dikatakan keluar berbarengan dengan tetesan air wudhu pada bagian yang dibasuh seperti muka, tangan dan kaki.

Kemudian orang yang menjaga wudhu Insya Allah bisa menahan diri dari perbuatan maksiat. Sebab demi menjaga kesucian, seseorang akan menghindari maksiat.

Sementara Menurut Imam Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad dalam kitab Risalatu Adabi Sulukil Murid, memang seyogyanya mejaga kesucian dilakukan setiap murid atau pengamal tarekat. Jadi setiap kali hadas, dia berwudhu kemudian shalat dua rakaat.

Habib Abdullah menambahkan, jika murid tersebut sudah menikah, maka ketika selesai mendatangi istrinya atau sebaliknya, maka bersegeralah mandi junub saat itu juga. Jadi jangan sampai dia berdiam diri atau tertidur dalam keadaan junub. Lalu bagaimana caranya agar biasa selalu menjaga kesucian?

Habib Abdullah memberikan tipsnya untuk kita jalankan, dan Insya Allah berhasil serta mendapat keberkahan dari Allah SWT. Tipsnya yaitu sedikit makan.

Ada hal yang bisa membantu agar murid bisa menjaga kesucian, salah satunya kata Imam Habib Abdullah adalah dengan sedikit makan. Karena mereka yang banyak makan, biasanya akan banyak hadasnya. Apabila banyak hadasnya tentu akan menyulitkan apabila hendak dawam dalam kesucian.

Dengan sedikit makan juga, lanjut Habib Abdullah, akan membantu seseorang bangun malam (terjaga).

Itulah sebabnya seorang murid dalam pandangan Habib Abdullah, tidak makan kecuali sekadarnya demi memenuhi kebutuhan. Tidak tidur kecuali memang sudah tak tertahankan lagi. Tidak berbicara kecuali berdasarkan kebutuhan. Tidak bergaul atau berinteraksi kecuali dalam pergaulan yang berfaedah dan memberi manfaat demi menjaga kesucian diri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Siapa yang banyak makannya, akan keras qalbunya dan jadi berat tubuh fisiknya melakukan ibadah. Banyak makan juga akan menyebabkan orang banyak tidur dan banyak berbicara yang tak bermanfaat. Jika seorang murid itu banyak tidur dan bicara, maka keinginannya (iradahnya) tidak memiliki esensi dan substansi.

Hal ini selaras dengan hadis Nabi Saw

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ “.

Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah anak Adam memakan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Jika hal itu sulit (mustahil), maka jadikanlah sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiganya untuk bernafas. (HR. Tirmidzi).

Allah memang menganugerahkan kepada setiap Muslim hal hal yang halal untuk dinikmati, dan melarang untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A’raf: 31).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya