Konsekuensi Bohong saat Puasa, Tak Cuma Kurangi Pahala

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 330 2210106 konsekuensi-bohong-saat-puasa-tak-cuma-kurangi-pahala-9DG1lc9Bhb.jpg Ilustrasi. (Freepik)

Umat yang baik harus melekat pada kejujuran. Karena akan lebih dipercayai, jika ia mampu bersikap jujur di manapun dan kapanpun.

“Karenanya perintah Allah tentang puasa diawali dengan kalimat "yaayuhal ladzina amanu" perintah Allah yang mengidentifikasi puasa diperintahkan untuk orang beriman, muslim, bukan munafik," katanya.

"Berbohong adalah salah satu sifat seorang munafik, karenanya konteks puasa Ramadhan bagi Allah, tidak sekedar hanya menahan lapar dan haus semata, namun juga menahan segala Nafsu termasuk berkata bohong di dalamnya,” lanjutnya.

Puasa mengajarkan keimanan bahwa setiap perilaku manusia akan dilihat langsung oleh Allah SWT. Ustadz Ainul Yaqin bilang, jika seseorang telah berbohong padahal ia sedang dalam keadaan berpuasa, maka puasanya akan rugi dan tidak mendapatkan ridho dari Allah.

“Dia sukses menahan lapar dan dahaga, namun gagal menahan nafsu yang keluar dari mulutnya, berbohong, memanipulasi kalimat sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain,” terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya