nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sholat Id Berjamaah atau Sendirian di Rumah, Simak Caranya

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 06:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2217767 sholat-id-berjamaah-atau-sendirian-di-rumah-simak-caranya-FpqmEYh48U.jpg Ilustrasi Sholat Idul Fitri. (Foto: Istimewa/Freepik)

KEMENTERIAN Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan putusan yakni meminta umat Islam yang berada di zona merah covid-19 agar melaksanakan Sholat Idul Fitri (Id) di rumah. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan penyakit tersebut.

Maka itu, Dai Muda Nahdlatul Ulama Ustadz M Najmi Fathoni memberikan panduan atau kaifiah tentang pelaksanaan Sholat Id di rumah.

"Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda. Jika kita harus Sholat Id di rumah, maka kita perhatikan sunah-sunahnya," kata Ustadz Najmi, seperti dikutip dari akun Youtube resminya Kang Najmi, Kamis (21/5/2020).

Berikut adalah sunah-sunah yang dilakukan sebelum melaksanakan Sholat Id:

1. Malam Idul Fitri disunahkan memperbanyak takbir, bertasbih, dan bertahmid (puji-pujian untuk Allah Subhanahu wa ta'ala).

2. Esok harinya setelah bangun tidur, disunahkan mandi.

3. Mengenakan pakaian terbaik.

4. Menggunakan wewangian.

5. Makan sebelum Sholat Id.

"Itu semua yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam," jelas Ustadz Najmi.

Lebih lanjut ia menerangkan, setelah melakukan sunah-sunah tersebut, dilanjutkan mempersiapkan diri melaksanakan Sholat Id dengan tiga cara seperti berikut ini:

1. Jika di rumah ada minimum empat orang. Satu sebagai imam dan khatib, tiga sebagai makmum. "Maka laksanakan berjamaah sekaligus khutbah," ujarnya.

2. Apabila di rumah kurang dari empat orang, bisa dilaksanakan Sholat Id saja secara berjamaah. Tidak perlu berkhutbah jika di antara jamaah tersebut tidak ada yang sanggup melakukannya.

3. Jika dilaksanakan seorang diri, misalnya ada di kosan. Maka cukup Sholat Id tanpa disertai khutbah.

Adapun tata caranya adalah:

1. Diawali niat dalam hati.

2. Kemudian pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram baca doa iftitah, ditambahkan takbir zaaidah sebanyak tujuh kali. Di antara takbir disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."

3. Dilanjutkan melakukan sholat seperti biasa. "Lalu lanjutkan sebagaimana sholat biasa," terang Ustadz Najmi.

4. Bangun dari rakaat pertama, lanjutkan rakaat kedua, ditambahkan takbir zaaidah sebanyak lima kali.

5. Lakukan hal yang sama, di antara takbir juga disunahkan membaca Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Lanjutkan sebagaimana sholat biasa.

"Lalu salam, dan dilanjutkan dengan khutbah. Khutbah dilaksanakan dengan berdiri. Kemudian yang dilakukan di khutbah yang pertama, takbir sebanyak sembilan kali," terangnya.

Ustadz Najmi melanjutkan, dalam berkhutbah urutannya adalah:

1. Memuji Allah.

2. Salawat kepada Nabi Muhammad.

3. Wasiat takwa.

4. Membaca ayat suci Alquran.

Duduk di antara dua khutbah, sekiranya cukup membaca Surah Al Ikhlas, berdiri lagi di khutbah yang kedua dan takbir sebanyak tujuh kali. Kemudian ditambahkan dengan:

1. Memuji Allah.

2. Salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

3. Wasiat takwa.

4. Doa.

"Kemudian diakhiri dengan bersalam-salaman, jika memungkinkan dan kita yakin kita semuanya sehat dan tentu tetap ingat protokol kesehatan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini