nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengertian Sidang Isbat yang Sebenarnya, Salah Satunya Menengahi Perbedaan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 07:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2217768 pengertian-sidang-isbat-yang-sebenarnya-salah-satunya-menengahi-perbedaan-cb57B4HCcN.jpg Ilustrasi pemantauan rukyatul hilal penetapan Idul Fitri. (Foto: Dok Okezone)

KETUA Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sirril Wafa mengatakan bahwa sidang isbat pada tahun ini akan digelar serentak pada Jumat 22 Mei 2020 atau 29 Syaban 1441 Hijriah.

Kiai Sirril juga menjelaskan apa yang dimaksud dengan sidang isbat. Ia menuturkan, sidang isbat merupakan kegiatan yang dilakukan pemerintah atau ahli-ahli falakiyah hingga astronomi untuk menetapkan awal bulan berkaitan dengan ibadah.

Baca juga: Arab Saudi Akan Umumkan Idul Fitri 1441H pada Jumat Malam Ini 

"Seperti awal Ramadhan, Syawal, dan Zhulhijjah guna memberi kepastian kapan jatuhnya awal puasa Ramadhan, dan kapan berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kepada rakyat khususnya yang beragama Islam," jelasnya saat dihubungi Okezone, Kamis (21/5/2020).

Kementerian Agama. (Foto: Okezone)

Selain itu, sidang isbat juga berfungsi agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah sesuai waktunya. "Seperti yang dijelaskan tadi yaitu memberi kepastian akan jatuhnya puasa Ramadhan, merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. Mengingat pada kalender yang beredar di masyarakat, boleh jadi bisa berbeda-beda karena beda pemahaman fikih yang dianut," ungkapnya.

Oleh karena itu, pentingnya sidang isbat khususnya dilakukan oleh pemerintah yakni untuk menengahi perbedaan, terutama dalam pandangan masing-masing fikih yang diikutinya.

Baca juga: Sholat Id Berjamaah atau Sendirian di Rumah, Simak Caranya 

Sementara urutan sidang diawali dengan seminar isbat, presentasi tunggal tentang citra bulan/hilal awal Ramadhan/Syawal/Zulhijjah.

"Serta argumen-argumen yang diperlukan untuk menjadi pertimbangan peserta sidang. Nantinya untuk memberi penguatan kepada Menteri Agama (Menag) dalam isbatnya," terangnya.

Adapun urutan dalam melakukan sidang isbat. Sesi pertama dimulai pukul 16.00 hingga jelang Magrib. Kemudian istirahat untuk Sholat Magrib (juga berbuka untuk isbat awal Syawal).

Baca juga: Tata Cara dan Bacaan Takbir Idul Fitri, Versi Panjang dan Pendek 

Ilustrasi pemantauan rukyatul hilal. (Foto: Dok Okezone)

Setelah itu dilanjutkan sidang isbat dan dipimpin Menag dengan mempertimbangkan laporan hasil rukyatul hilal, yaitu dari berbagai daerah.

"Baik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang secara formal punya tupoksi untuk itu maupun yang dilakukan oleh masyarakat baik melalui ormas atau bisa juga perorangan," pungkasnya.

Baca juga: Astronom: Idul Fitri di Arab Saudi Jatuh pada Minggu 24 Mei 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini