nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sholat Id di Rumah Saja, Ini Tata Caranya

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2217893 sholat-id-di-rumah-saja-ini-tata-caranya-bFrjOxZCwh.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Dok Okezone)

MENTERI Agama Fachrul Razi terus mengimbau masyarakat Indonesia melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah/2020 Masehi di rumah saja agar tidak terjadi persebaran corona virus disease (covid-19) secara lebih luas. Pasalnya hingga Kamis 21 Mei, kasus virus corona di Tanah Air semakin meningkat hingga mencapai angka positif terpapar sebanyak 20.162 orang, sembuh 4.838, dan meninggal 1.278.

Menag menegaskan bahwa potensinya penularan virus corona bisa melonjak jika masyarakat tidak disiplin menaati pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk pelaksanaan ibadah keagamaan yang mengumpulkan banyak orang.

"Saya menyeru dan mengajak, mari taati ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Patuhi juga Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Mari Sholat Idul Fitri di rumah saja bersama keluarga inti," ajak Menag, Selasa 19 Mei 2020, dikutip dari laman resmi Kemenag.

"Tetap jaga jarak, hindari kerumunan. Takbiran dan Sholat Id di rumah. Silaturahim melalui media sosial," tambahnya.

Adapun panduan dan tata cara Sholat Idul Fitri di rumah saja adalah sebagai berikut:

1. Diawali niat dalam hati.

2. Kemudian pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram baca doa iftitah, ditambahkan takbir zaaidah sebanyak tujuh kali. Di antara takbir disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."

3. Dilanjutkan melakukan sholat seperti biasa. Lalu lanjutkan sebagaimana sholat biasa.

4. Bangun dari rakaat pertama, lanjutkan rakaat kedua, ditambahkan takbir zaaidah sebanyak lima kali.

5. Lakukan hal yang sama, di antara takbir juga disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."

6. Lalu salam dan dilanjutkan khutbah. Khutbah dilaksanakan dengan berdiri. Kemudian yang dilakukan di khutbah pertama, takbir sebanyak sembilan kali.

Sementara urutan dalam berkhutbah adalah:

1. Memuji Allah.

2. Salawat kepada Nabi Muhammad.

3. Wasiat takwa.

4. Membaca ayat suci Alquran.

Duduk di antara dua khutbah, sekiranya cukup membaca Surah Al Ikhlas, berdiri lagi di khutbah yang kedua dan takbir sebanyak tujuh kali. Kemudian ditambahkan dengan:

1. Memuji Allah.

2. Salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

3. Wasiat takwa.

4. Doa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini