nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara Muslim Amerika Rayakan Idul Fitri Selama Pandemi Corona

Ragiel Try Julianto, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2217918 begini-cara-muslim-amerika-rayakan-idul-fitri-selama-pandemi-corona-XI0RcqyOJp.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

BOSTON - Sebagian besar masjid di seluruh negara masih tutup imbas pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum kunjung berakhir.

Komunitas muslim di Amerika menemukan cara-cara kreatif untuk merayakan Idul Fitri akhir pekan ini, dengan menggelar festival yang menandai akhir Ramadhan, tentunya dengan tetap mematuhi pedoman jarak sosial.

Di Michigan, kompetisi Ramadhan Light yang sangat populer akan berakhir tepat sebelum Idul Fitri. Perayaan Idul Fitri yang ditayangkan oleh televisi setempat itu diharapkan disaksikan puluhan ribu orang.

Program yang tayang pada Minggu 24 Mei 2020 pagi di berita lokal dan streaming di media sosial ini terlebih dahulu akan diawali khutbah Idul Fitri langsung oleh Muslim Unity Center, Imam Mohamed Almasmari.

"Program Idul Fitri yang disiarkan televisi adalah cara yang luar biasa untuk menyatukan komunitas kita dalam semangat ketika kita tidak bisa bersama secara pribadi," kata Catherine Ziyad, perwakilan dari Muslim Center of Detroit, melansir laman Religionnews.com.

Baca juga: Sambut Lebaran, Sholat Id di Rumah & Silaturahmi via Daring

Selain pertunjukan oleh para musisi dan para pelawak, sejumlah imam Sunni dan Syiah juga akan berbicara, sebagaimana para pejabat terpilih dan pemimpin masyarakat lainnya, serta berterima kasih kepada kaum muslimin di Michigan yang telah menyumbang dan mengirimkan lebih dari 50 ton makanan.

Muslim Amerika

Dewan Fiqh Amerika Utara juga telah mendorong umat Islam untuk melakukan sholat Idul Fitri di rumah bersama keluarga mereka. Dalam sebuah pernyataan yang disiapkan oleh Imam Yasir Qadhi, kelompok itu mendorong masjid-masjid untuk menyiarkan khutbah Idul Fitri, yang umumnya dianggap tidak wajib, dan menyarankan keluarga untuk mengikuti sunah Nabi di hari raya yaitu mandi, sarapan, mengenakan pakaian terbaik dan mengumandangkan takbir untuk memuji Allah SWT.

Akan banyak tradisi Idul Fitri yang hilang seperti sholat id berjamaah, saling berjabat tangan meminta maaf dengan teman dan kerabat sepulang dari masjid, berbagi makanan dan uang kepada anak-anak, maupun tradisi Lebaran lainnya.

Baca juga: Nabi Muhammad Tidak Mencontohkan Beli Baju Baru saat Idul Fitri

Di Illinois, Zakat Foundation of America menyelenggarakan 'Eid-in-Place', sebuah pertunjukan Idul Fitri virtual untuk keluarga yang akan menampilkan Imam Khalid Latif Universitas New York dan sederetan penghibur termasuk Frater Ali, Zainab Johnson dan Amir Sulaiman. The Mosque Foundation akan mengadakan salam drive-by dan pertukaran hadiah di tempat parkir masjid pada hari Minggu.

Sedangkan di Massachusetts, tempat-tempat ibadah telah diizinkan untuk dibuka kembali mulai minggu ini, mengikuti protokol jarak sosial dan membatasi kehadiran hingga 40 persen dari tingkat hunian bangunan yang diizinkan.

Muslim Amerika

Namun, dua Masjid Islamic Society of Boston, yang biasanya menarik 5.000 orang untuk liburan, akan tetap ditutup selama bulan Mei, termasuk saat pelaksanaan Idul Fitri. Sebagai gantinya, mereka akan mengalirkan khutbah Idul Fitri secara virtual dan takbir bersama, diikuti dengan parade mobil Idul Fitri yang dimulai di tempat parkir masjid.

Baca juga: Hukum Sholat Idul Fitri di Rumah

Sebagian besar masjid di daerah lain juga berencana untuk menghindari sholat secara umum. Tapi di dekatnya, di Islamic Center of Burlington, masjid telah dibuka untuk pria dewasa untuk melakukan sholat lima waktu, shalat Jumat dan sholat id.

Masker akan diperlukan, jarak sosial 6 kaki akan dipertahankan dan 135 jamaah akan diizinkan pada suatu waktu. Di Islamic Masumeen Centre of New England, para pemimpin juga berencana untuk mengadakan sholat id di depan umum.

Kemudian di Washington, Asosiasi Muslim Puget Sound akan memimpin sholat id hampir sebelum mengadakan perayaan drive-thru. Di dekatnya, Satuan Tugas Keselamatan Keluarga Somalia juga akan mengatur perayaan drive-thru dengan makanan, hadiah, dan permen untuk diambil oleh keluarga.

Bergeser ke Orlando, para relawan telah menyelenggarakan kontes dekorasi mobil selama parade mobil muslim setempat. "Kami ingin kalian semua menjadi kreatif," kata panitia.

"Libatkan anak-anak, tunjukkan kepada mereka bahwa meskipun kita tidak dapat berkumpul, kita masih bisa bersenang-senang dengan cara lain," sambungnya.

Selanjutnya di Connecticut, pertemuan lebih dari 250 orang tetap dilarang. Para pemimpin muslim setempat mendesak masjid untuk tetap ditutup.

Baca juga: Ramadhan di Tengah Corona, 852 Orang Resmi Jadi Mualaf

"Meskipun kasus baru virus sedang menurun, umat Islam di negara itu tidak ingin menyebabkan lonjakan tingkat infeksi oleh pertemuan komunal skala besar," kata Direktur Eksekutif CAIR-Connecticut, Tark Aouadi.

“Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kami ingin mendorong anggota masyarakat untuk membantu menghentikan penyebaran coronavirus dengan mempraktikkan langkah-langkah menjaga jarak sosial dan ini termasuk tidak berkumpul dalam jumlah besar di masjid, pusat komunitas dan taman umum untuk Idul Fitri tahun ini," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini