nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kamu Harus Tahu, 6 Istilah yang Sering Muncul di Sidang Isbat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 19:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2218131 kamu-harus-tahu-6-istilah-yang-sering-muncul-di-sidang-isbat-ff8Ph1WhDS.JPG Seseorang sedang mengamati posisi hilal penentuan awal Ramadhan (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

HARI ini Kementerian Agama (Kemenag) RI, akan menggelar sidang isbat untuk menentukan, hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Dalam sidang ini, biasanya para hakim maupun peserta sidang akan menganalisa secara detail penampakan hilal yang digunakan sebagai penanda akhir dari bulan suci Ramadhan.

Sebetulnya, masih banyak istilah-istilah lain yang digunakan dalam proses penentuan hari raya raya Idul Fitri. Berikut Okezone merangkum beberapa di antaranya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Jumat (22/5/2020).

1. Sidang Isbat

Sidang isbat menjadi salah satu istilah yang paling santer terdengar menjelang hari raya Idul Fitri. Secara harfiah, sidang isbat merupakan penetapan dalil syar'i di hadapan hakim dalam suatu majelis untuk menetapkan suatu kebenaran atau peristiwa yang terjadi.

Dalam arti lain, sidang isbat ini dapat dilakukan untuk menetapkan hari raya Idul Fitri yang jatuh setiap tanggal 1 Syawal penanggalan hijriah. Di Indonesia sendiri, sidang isbat dilakukan langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Baca juga: Doa Rasulullah di Penghujung Ramadhan

2. Hilal

Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya, hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase-fase bulan.

Terdapat pula istilah hilal bulan syawal atau aktivitas penting yang dilakukan lembaga hisab untuk menentukan hari terakhir pada bulan Ramadhan. Hal ini akan menentukan kapan umat Islam terakhir melakukan puasa dan merayakan Idul Fitri. Metode penentuan hilal yang biasa dilakukan ada dua macam yakni metode hisab dan rukyat.

Ilustrasi

3. Hisab

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriah.

Baca juga: LAPAN Prediksi Idul Fitri 1441 Hijriah Serentak Minggu 24 Mei

4. Rukyat

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

5. Ijtimak

Ijtimak (berasal dari Bahasa Arab), atau disebut pula konjungsi geosentris, adalah peristiwa di mana bumi dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama, jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi setiap 29.531 hari sekali, atau disebut pula satu bulan sinodik.

Baca juga: Tim Falakiyah Jakarta Islamic Center Tetapkan Idul Fitri 1441 H Minggu 24 Mei

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ijtimak merupakan kondisi saat berakhirnya bulan lalu dan munculnya bulan baru dalam penanggalan hijriah, serta bekaitan dengan bertemunya posisi bulan dan matahari dalam satu garis edar (akhir Ramadhan).

6. Ghurub

Sementara istilah ghurub sendiri memiliki arti waktu atau momen saat terbenamnya matahari. Istilah ini cukup umum digunakan di bidang astronomi. Selain itu, penetapan hilal juga biasanya didasari dari ghurub di masing-masing negara atau tempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini