nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Pentingnya Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri Digelar

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 20:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2218182 alasan-pentingnya-sidang-isbat-penentuan-idul-fitri-digelar-XMV98RkIty.jpg Menteri Agama RI, Fachrul Razi saat memimpin sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1441 Hijriah (Foto: Kemenag.go.id)

MENJELANG akhir bulan Ramadhan, pemerintah dan seluruh lembaga agama Islam yang berkepentingan rutin menggelar sidang isbat untuk menentukan tanggal 1 Syawal sebagai penentu hari raya Idul Fitri.

Setiap tahun harus digelar dan disiarkan secara langsung ke seluruh masyarakat Indonesia melalui semua media, baik media elektronik seperti televisi dan radio, begitu juga dengan media online. Sebetulnya, apa alasan yang melatarbelakangi kenapa sidang isbat Idul Fitri ini sangat penting untuk diselenggarakan?

Penjelasan padat dan sederhana datang dari Ustadz M Najmi Fathoni, dai muda dari Nadhalatul Ulama (NU). Ia menjelaskan, sidang isbat penting untuk menentukan awal Ramadhan dan awal 1 Syawal (Idul Fitri). Sidang ini harus digelar untuk menentukan kapan awal umat Islam mengawali dan mengakhiri ibadah puasanya.

Baca juga: MUI Pusat Tak Mengirim Tim Falakiyah Lakukan Rukyatul Hilal

Menjadi sangat penting karena jika sampai umat muslim berpuasa di 1 Syawal, maka jelas hukumnya haram.

“Sidang isbat itu sangat penting, untuk menentukan 1 Ramadhan sebagai awal puasa dan 1 Syawal sebagai akhir Ramadhan. Sebab, kalau sampai kita berpuasa di 1 Syawal itu kan hukumnya haram,” terang Ustadz M Najmi Fathoni, saat dihubungi Okezone, Jumat (22/5/2020) melalui sambungan pesan.

Sedangkan CEO dan Founder Santri Motivator School, Ustadz Asroni Al-Paroya menerangkan bahwa sidang isbat adalah bentuk dari musyawarah mufakat. Sifatnya sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat masyarakat Indonesia hadir dengan banyak pandangan ditambah adanya faktor geografis, dan ada perbedaan cuaca di banyak daerah.

Ilustrasi

“Sidang isbat sebuah bentuk musyawarah mufakat untuk menentukan masuknya hari raya Idul Fitri, kenapa penting? Ya penting, karena khususnya kita masyarakat atau umat muslim yang hidup di negara besar seperti Indonesia, punya berbagai macam pandangan. Selain itu juga perbedaan cuaca dari daerah yang satu dengan daerah yang lainnya sehingga perlu untuk diseragamkan menemukan titik temu,” terang Ustadz Asroni saat dihubungi melalui pesan singkat.

Sementara itu, meski dalam perhitungan penentuan tersebut, misalnya hilal tidak terlihat, Ustadz Najmi kembali menjelaskan bahwa hitungan berpuasa tinggal disempurnakan (istikmal) saja.

Baca juga: Wamenag Ajak Umat Islam Kumandangkan Takbir di Malam Idul Fitri

"Meski dalam penentuannya terdapat perbedaan cara perhitungan. Ada yang menggunakan rukyatul hilal, dan sidang isbat ini menggunakan konsep proyektor hilal. Melihat hilal, itu ada hitungannya berapa derajat. Akan tetapi jika tidak terlihat hilalnya, tapi sudah puasa selama 29 hari, maka kita istikmal yakni puasanya disempurnakan jadi 30 hari. Jadi, puasa itu memang hanya 29 atau 30 hari, enggak ada yang sampai 31 hari,” tutupnya.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini