Maroko Tunggu Keputusan Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Haji 2020

Ivankha Yulianto, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 16:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 614 2223877 maroko-tunggu-keputusan-arab-saudi-terkait-pelaksanaan-haji-2020-JqtDkya8XK.JPG Jamaah haji di Kota Makkah, Arab Saudi (Foto: Okezone.com)

MAROKO hingga kini masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi terkait izin penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Hal itu disampaikan Menteri Maroko Urusan Islam, Ahmed Toufiq.

"Hanya pemerintah Saudi yang dapat mengambil keputusan akhir," ujar dia dalam pertemuan dengan komite parlemen untuk urusan luar negeri untuk membahas musim haji 2020, dikutip dari laman Moroccoworldnews.

Ritual haji kata dia, dijadwalkan berlangsung antara pekan terakhir bulan Juli dan minggu pertama bulan Agustus. "Kami hanya bisa mengambil keputusan setelah Saudi (memberi jawaban)," imbuh Ahmed.

Baca juga: Haji 2020 Batal, SAHI: Kewajiban Ibadah Haji Gugur karena Udzur Syar'i

Sejauh ini, Maroko belum membuat pengaturan logistik untuk jamaah haji yang dijadwalkan berangkat di bawah pengawasan Kementerian Urusan Islam. Pihaknya juga belum menandatangani kontrak untuk akomodasi, katering, dan transportasi peziarah Maroko di Arab Saudi.

Masjidil Haram

Sebelumnya, Arab Saudi telah melarang pelaksanaan umrah sejak Februari lalu guna menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Larangan itu akan tetap aktif setidaknya hingga akhir Juni. Sementara pemerintah Arab Saudi masih menunda keputusan mengenai pelaksanaan haji. Ritual haji sendiri bukan hanya salah satu pilar Islam yang sangat penting bagi muslim, namun juga sumber pendapatan utama bagi negeri kaya minyak itu.

Baca juga: Tahun Ini Singapura Tidak Kirim Jamaah Haji Dampak Wabah Covid-19

Haji menghasilkan sekitar USD8 miliar untuk Arab Saudi setiap tahunnya. Ekonomi Saudi telah terpukul karena penurunan harga minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya imbas wabah Covid-19.

Solusi yang mungkin untuk situasi haji, selain membatalkannya yaitu mengurangi jumlah jamaah haji atau melarang orang berisiko tinggi dalam kasus Covid-19 yang parah, selain pemantauan kesehatan, disinfeksi, dan bahkan karantina.

Di sisi lain, mayoritas negara muslim masih menunggu keputusan Saudi. Sejumlah negara seperti Indonesia dan Singapura telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirim jamaah haji tahun ini.

Khusus di Maroko, sebanyak 34.000 warga telah bersiap menunaikan ibadah haji tahun ini. Para calon jamaah haji telah melakukan pembayaran kepada Kementerian Urusan Islam dan agen perjalanan untuk perjalanan, akomodasi, dan katering mereka. Namun, ketidakpastian akan terus mengelilingi rencana haji mereka sampai otoritas Maroko membuat keputusan akhir.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini