Selain Corona, Perang Pernah Memengaruhi Pelaksanaan Ibadah Haji

Hantoro, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 17:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 614 2223913 selain-corona-perang-pernah-memengaruhi-pelaksanaan-ibadah-haji-8xIPUkA0BH.jpg Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Foto: Istimewa/Twitter)

PANDEMI corona virus disease (covid-19) memengaruhi pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah/2020 Masehi. Singapura dan Indonesia menyatakan tidak mengirim jamaah calon haji pada tahun ini guna menghindari penularan virus corona.

Berdasarkan sejarah, tidak hanya wabah penyakit yang membuat pelaksanaan ibadah haji menjadi ditangguhkan. Ternyata perang juga pernah membuat prosesi ibadah haji dibatalkan.

Berikut ini pemaparannya, sebagaimana dinukil dari Al Jazeera, Rabu (3/6/2020):

930 – Serangan Qarmatian

Ibadah haji pernah dibatalkan pada tahun 930 masehi setelah pemimpin Suku Qarmatian, berbasis di Arab Timur (sekarang Bahrain), menyerang Kota Makkah dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Puluhan ribu orang dilaporkan terbunuh.

"Serangan Qarmatian adalah insiden yang cukup besar dalam sejarah Islam," kata Umar al Qadri, sarjana Islam dan kepala imam di Islamic Centre of Ireland, Dublin.

"Abu Tahir al Jannabi, yang memimpin serangan itu, tidak hanya menyerang Makkah dan mengakibatkan sholat ditunda, (dia) juga tidak menghormati simbol-simbol Islam yang sangat sakral," tambahnya.

Hajar Aswad, sebuah batu hitam yang diletakkan di sudut Kakbah, dijarah dan potongan-potongannya dicuri. Kelompok itu juga menodai Sumur Zamzam yang suci.

Setelah serangan itu ibadah haji ditunda. Hajar Aswad akhirnya dikembalikan ke Makkah sekira 20 tahun kemudian.

Abad 19 – Wabah Kolera

Wabah kolera yang menghancurkan beberapa kali sepanjang abad 19 membuat ditangguhkannya pelaksanaan ibadah haji, termasuk pada 1837 dan 1846.

Setelah penyakit itu kembali pada 1865 di Hejaz, sebuah wilayah di Arab Saudi yang mencakup Makkah, sebuah konferensi internasional diadakan di Konstantinopel, Istanbul, Turki.

Diputuskan bahwa pusat karantina akan didirikan di tempat-tempat seperti Sinai dan Hijaz untuk membantu mengatasi persebaran penyakit, karena jamaah melakukan perjalanan dalam prosesi haji.

Antara 1830 dan 1930 setidaknya ada 27 wabah kolera di antara jamaah haji di Makkah.

1979 – Perebutan Masjidil Haram

Sebuah kelompok bersenjata di Arab Saudi yang terdiri dari 400 hingga 500 orang merebut Masjidil Haram antara November dan Desember 1979. Aksi ini memaksa dilakukan penutupan masjid setidaknya selama dua minggu.

Pemberontakan tersebut dipimpin oleh seorang mantan tentara Arab Saudi, Juhaiman bin Muhammad ibn Sayf al Otaybi, yang mengkritik keluarga kerajaan berkuasa dan menyerukan agar kembali ke apa yang dianggapnya ajaran sebenarnya.

Pengepungan akhirnya berakhir setelah tentara Arab Saudi merebut kembali Masjidil Haram, dibantu Unit Polisi Taktis Prancis.

2014 – Wabah Ebola

Ketika wabah ebola memuncak pada awal 2010, negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah menangguhkan penerbitan visa untuk beberapa negara Afrika Barat yang menjadi pusat persebaran virus.

Pada 2014, Arab Saudi untuk sementara berhenti mengeluarkan visa umrah dan haji bagi warga Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Wabah ini dilporkan menewaskan lebih dari 11.000 orang.

2016 – Perang Suriah

Pada 29 April 2016, Sholat Jumat dibatalkan di Kota Aleppo, Suriah, setelah serangkaian serangan udara yang dipimpin pemerintah menyebabkan masjid-masjid hancur.

Dewan Agama meminta warga Aleppo menjauh dari masjid, pertama kali langkah seperti itu diambil di kota bersejarah.

"Untuk pertama kalinya di kota tertua di dunia, Kota Islam Aleppo, Dewan Agama memutuskan untuk membatalkan Sholat Jumat karena perang terhadap kehidupan manusia," kata sebuah pernyataan bersama.

"Ini untuk menyelamatkan orang-orang yang telah menjadi target rezim (pemerintah) dan menyelamatkan orang lain dalam pembantaian ini."

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini