Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studia Islamika UIN Jakarta Peringkat Q1 Bidang Kajian Keislaman

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2020 |21:03 WIB
Studia Islamika UIN Jakarta Peringkat Q1 Bidang Kajian Keislaman
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Okezone.com/Hambali)
A
A
A

STUDIA Islamika, jurnal ilmiah terbitan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meraih peringkat quartile terbaik (Q1) dalam bidang kajian Keislaman. Hal ini diperoleh berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Scimago Journal Rank (SJR) pada pada 11 Juni 2020.

SJR adalah portal yang menyajikan pemeringkatan jurnal-jurnal ilmiah dari seluruh dunia. Terbitan yang masuk dalam portal ini seluruhnya adalah jurnal ilmiah bereputasi internasional yang telah diindeks oleh Scopus. Pemeringkatan tersebut didasarkan pada tingginya dampak ilmiah jurnal-jurnal tersebut dalam perkembangan kajian keilmuan yang dibuktikan dengan jumlah kutipan yang diperoleh.

Baca juga: 4 Hijabers Hobi Pakai Warna Pastel, Cut Meyriska hingga Zaskia Mecca

Sejak 2015, Studia Islamika telah diindeks dalam database Scopus. Dengan capaian ini berarti jurnal ini telah tersertifikasi sebagai terbitan bereputasi dan memiliki dampak ilmiah yang tinggi. Peringkat Q1 diperoleh setelah Studia Islamika memiliki nilai 8 dalam h-index dan skor 0,17 dalam hal dampak ilmiahnya. Dengan capaian ini, Studia Islamika menduduki peringkat 125 terbaik sedunia dan peringkat 4 terbaik Asia dalam bidang kajian keislaman.

Studia Islamika diterbitkan sejak 1994 dan sejak awal hingga saat ini dipimpin oleh seorang ilmuwan terkemuka yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE. Jurnal ini memfokuskan pada ranah kajian keislaman di Indonesia dan Asia Tenggara. Lebih dari 500 artikel telah diterbitkan oleh jurnal ini dengan melibatkan 90 orang sarjana ahli keislaman untuk menjamin mutu penerbitannya.

Hingga kini, Studia Islamika merupakan salah satu rujukan utama dalam hal kajian keislaman khususnya dalam melihat perkembangannya di Indonesia dan Asia Tenggara.

Menurut versi Google Scholar, tercatat bahwa jurnal ini telah dikutip oleh artikel-artikel lainnya sebanyak 2,596 kali. Sebuah angka yang sangat tinggi untuk sebuah terbitan kajian ilmu sosial keislaman. Adapun tingkat kutipan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan jumlah 400 kali dikutip.

Dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (12/6/2020), Azyumardi Azra menyatakan bahwa capaian ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Para penulis, dosen, dan peneliti akan berupaya untuk meningkatkan kualitas tulisannya masing-masing sehingga dapat diterbitkan di jurnal-jurnal imiah bereputasi internasional. Hal ini akan menguatkan Indonesia sebagai kiblat perkembangan kajian keislaman di dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Ismatu Ropi, Ph.D selaku Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta menyatakan pandangannya atas capaian tersebut. Menurutnya, Studia Islamika adalah simbol perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Tidak hanya bagi PPIM sendiri sebagai penerbit, melainkan juga bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) secara umum.

(Salman Mardira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement