Jelajah Tunisia, Masjid Kuno Peninggalan Sahabat Nabi hingga Colosseum Romawi

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 615 2230203 jelajah-tunisia-masjid-kuno-peninggalan-sahabat-nabi-hingga-colosseum-romawi-VTjBCKU15o.JPG Sidi Bou Said (Foto: viator)

TUNISIA merupakan negara paling utara di benua Afrika. Negara dengan luas luas 165.000 kilometer persegi (64.000 mil persegi) berbatasan langsung dengan Aljazair di sebelah barat, Libya di tenggara, dan Laut Mediterania di utara dan timur.

Melansir situs Wikipedia, populasi penduduk Tunisia diperkirakan hanya di bawah 10,8 juta pada tahun 2013. Sedangkan nama Tunisia sendiri berasal dari ibu kotanya, Tunis, yang terletak di pantai timur laut Tunisia.

Negara ini mayoritas berpenduduk muslim dan kaya akan jejak sejarah penyebaran Islam di daratan Afrika. Ada sejumlah tempat wisata religi di negara yang resmi merdeka dari Prancis pada 20 Maret 1956 ini. Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Thobib Al-Asyhar berkesempatan menjelajahi Tunisia. Dia pun berbagi cerita tentang keindahan negeri tersebut.

“Semoga yang membaca catatan saya selama berkunjung ke Tunisia selalu diberkati Allah, dapat ambil manfaat, dan semoga kelak yang belum kesana berkesempatan dapat berziarah ke tempat-tempat yang saya ceritakan,” ujarnya dikutip dari website MUI.

Berikut tempat-tempat wisata yang sempat dikunjungi Thobib Al-Asyhar di Tunisia:

1. Sidi Bou Said

Sidi Bou Said ialah tempat wisata spiritual dengan pemandangannya yang eksotis. Letaknya dekat dari Kota Tunis, sekitar 15 kilometer. Mengutip dari laman resmi Kemenag, situs warisan abad ke-10 ini berada di kawasan perbukitan Teluk Tunisia yang memiliki keunikan dibanding bangunan sekitarnya.

Rangkaian bangunannya berjejer membentuk sebuah kompleks nampak dominan warna biru dan putih dengan corak peradaban yang tinggi khas Mediterania dan Andalusia.

Di antara sekian banyak bangunan kuno itu terdapat masjid (di tengah) dan semacam dzawiyah (pendopo) bagi sebuah tarekat. Pada abad ke-13 ada seorang sufi bernama Sayyid Abu Said Kalafa ibn Yahya al-Temimi al-Beji yang menetap di perbukitan itu. Karena itulah kawasan ini dinamai dengan Sidi Bou Said.

Sebuah desa yang terletak tak jauh dari kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan Romawi di Afrika Utara, Carthage.

Baca juga: 2 Ayat dalam Alquran Paling Dicintai Nabi Muhammad dari Seisi Bumi

Ribuan orang termasuk wisatawan asing mengunjungi tempat ini setiap harinya, dengan berjalan kaki sepanjang tak kurang dari 2 kilometer. Mereka menapaki bukit untuk menikmati lepas pantai Teluk Tunisia dan Pelabuhan Sidi Bou Said yang menawan.

2. Masjid Uqbah bin Nafi'

Objek wisata religi lain yang wajib dikunjungi di Tunisia ialah Masjid Uqbah bin Nafi’. Masjid tersebut merupakan peninggalan bersejarah yang dibangun pada tahun 50 Hijriyah oleh sahabat Nabi bernama Uqbah bin Nafi’ yang menjadi nama masjid itu.

Masjid Uqbah bin Nafi

Masjid yang terletak di Kairouan, Tunisia ini menjadi monumen dan bukti sejarah penting masuknya Islam di Afrika Utara. Masjid itu juga dikenal dengan Masjid Agung Kairouan dan merupakan salah satu masjid paling bersejarah di Tunisia.

Berdirinya masjid ini tak terlepas dari peran Uqbah bin Nafi’, salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang berhasil menaklukkan wilayah ini pada 670 Masehi. Uqbah berhasil masuk ke Tunisia lewat Mahdia, kota pantai yang berjarak 30 km sebelah timur Kota Sousse. Uqbah lalu menetap di Kairouan.

Masjid Uqbah bin Nafi' hingga kini masih berdiri kokoh, dengan menara berbentuk kotak warna kuning. Juga terdapat dua kubah dengan warna yang sama. Kanan kirinya terdapat bangunan-bangunan tua yang masih berpenghuni peninggalan Romawi kuno.

Baca juga: Sholawat Nariyah, Kunci Pembuka Rezeki dan Terkabulnya Hajat

Bangunan itu nampak kokoh dan alas lantai semacam konblok dari batu yang kuat. Saat melihat kawasan ini anda akan dibawa pada suatu era sebelum masehi yang sangat mengagumkan.

Masjid ini cukup luas, dengan arsitektur aslinya masih terjaga. Seperti bangunan masjid lama, terdapat dua bagian besar, yaitu bagian utama masjid dan bagian serambi luar untuk keperluan berbagai aktivitas keagamaan. Terdapat pintu-pintu masuk, namun hanya satu-dua pintu yang bisa diakses dengan beberapa penjaga masjid.

Untuk menuju ke dalam masjid, anda akan melihat banyak pintu masuk. Namun pintu masuk yang dibuka hanya beberapa yang dapat dilalui begitu selesai ambil air wudhu. Saat sampai di dalam, maka anda akan menemui suasana yang agak gelap karena penerangan yang kurang maksimal.

Ada banyak pilar dari marmer asli yang sangat bagus. Konon, marmer asli itu diambil dari Baghdad, Irak. Lantainya bukan keramik, tetapi lantai “tanah” atau pelur semen yang di atasnya ditutup dengan tikar warna cokelat yang menghampar seluruh masjid.

3. Colosseum

Di Tunisia juga terdapat peninggalan Romawi kuno berupa Colosseum, yaitu sebuah bangunan tua yang disebut Amfiteater El Jem. Amfiteater ini terletak di sebuah kota Romawi yang bernama Thysdrus. Kota tersebut kini dikenal dengan nama El Djem di Tunisia. Amfiteater ini masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1979.

Colosseum

Lokasi Colosseum Tunisia ini memang jauh dari pusat kota Tunis, yaitu perjalanan sekitar 3 jam dengan mobil. Jalanan nyaris tidak ada macet, tol, dan jalan besar tanpa hambatan. Bentuknya sama, atau hampir sama dengan Colosseum di kota Roma.

Gedung ini didirikan untuk pertunjukan (teater) saat kejayaan Romawi, seperti pertarungan para gladiator yang merupakan para tahanan, pertarungan antara gladiator dengan binatang buas, atau antara binatang buas. Di tempat ini konon sudah ribuan manusia, dan ribuan binatang buas mati.

Secara desain bangunan nampak sangat kokoh dan artistik pada zaman itu karena terdapat pahatan-pahatan patung yang indah. Konon bangunan ini melibatkan banyak ahli sipil, arsitek, seniman, dan lainnya. Para tukang batu yang mengerjakan adalah para tahanan yang dipaksa kerja, yang memakan waktu beberapa tahun untuk menyelesaikannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini