Melihat Masjid Babah Alun yang Unik dan Berseni di Kolong Tol Jakarta

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 615 2234278 melihat-masjid-babah-alun-yang-unik-dan-berseni-di-kolong-tol-jakarta-o8m4NJrrpV.jpg Masjid Babah Alun di kolong Tol Wiyoto Wiyono Jakarta Utara. (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)

DI wilayah DKI Jakarta ternyata tersisip satu masjid unik dan sarat nilai sejarah. Rumah ibadah tersebut bernama Masjid Babah Alun. Lokasinya terletak di kolong Jalan Tol Wiyoto Wiyono di kawasan Warakas, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Nama Masjid Babah Alun diberikan oleh orang yang membangunnya yakni seorang mualaf bernama Muhammad Jusuf Hamka. Kata Babah merupakan sebutan untuk 'bapak', sedangkan Alun adalah nama kecil dari Jusuf Hamka.

Masjid Babah Alun. (Foto: Okezone)

Dilaporkan, Masjid Babah Alun setiap hari banyak didatangi kaum Muslimin untuk menunaikan sholat berjamaah ataupun ibadah lainnya. Salah satu jamaah, Ahmad, mengatakan masjid ini mulai dibangun pada pertengahan 2017 dan baru dioperasikan pada awal 2018.

"Sebelumnya ini kolong tol biasa. Dibangunnya kalau enggak salah bulan Agustus 2017," ungkapnya kepada Okezone.

Sejak adanya Masjid Babah Alun, ungkap Ahmad, kondisi lingkungan di sana mengalami perubahan positif, baik dari sisi sosial maupun perekonomian.

"Alhamdulillah, kita mudah melaksanakan sholat berjamaah. Masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi karena bentuknya sangat unik," ujarnya.

Masjid Babah Alun. (Foto: Okezone)

Hal sama dikatakan Imron, pengedara ojek daring yang bermukim di dekat sana. Ia menyatakan awalnya tempat tersebut menjadi lokasi bermaksiat, namun berubah setelah keberadaan Masjid Babah Alun.

"Dulu ini tempat judi, mabuk. Alhamdulillah, semenjak ada masjid, semuanya berubah," paparnya.

Berlatar persoalan itulah sang pewakaf sekaligus pendiri berinisiatif meminta izin dengan pihak terkait untuk membangun sebuah masjid. Uniknya masjid didesain dengan gaya tiga unsur budaya yakni Tionghoa seperti Klenteng, Arab, dan Indonesia.

Unsur ketiga budaya itu pun tampak jelas di masjid yang tidak memiliki kubah ini. Lihat saja di bagian genting dan pintu masjid yang mewakili budaya China. Sedangkan untuk unsur budaya Indonesia ada dalam ukiran yang terletak di ujung atap. Lalu unsur budaya Arab berupa kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna di dinding masjid.

Masjid Babah Alun. (Foto: Okezone)

Jadi apabila dilihat sepintas, orang tidak akan menyangka bahwa bangunan tersebut merupakan tempat ibadah umat Islam. Sebab jika dilihat dari luar tampak seperti rumah ibadah umat lain.

Keunikan selanjutnya dari masjid tersebut adanya panduan berwudu dan pelaturan masjid menggunakan tiga bahasa yakni bahasa Arab, China dan Indonesia. Hal ini untuk memudahkan turis yang beribadah di masjid yang memiliki warna khas hijau dan merah tersebut.

Sang pewakaf yakni Muhammad Jusuf Hamka atau Alun berharap agar inspirasinya melalui masjid ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kaum Muslimin secara umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini