Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Selaras dengan Kebijakan Indonesia

Hantoro, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 614 2235069 komnas-haji-keputusan-arab-saudi-selaras-dengan-kebijakan-indonesia-BwSp1vxxB6.jpg Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Foto: Unsplash)

PEMERINTAH Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah telah memberikan keputusan resmi penyelenggaraan ibadah haji 1441 Hijriah/2020 Masehi di tengah pandemi virus corona (covid-19). Mereka memutuskan tetap menggelar haji tahun ini, namun menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan jumlah jamaah yang sangat terbatas.

Keputusan Arab Saudi ini dinilai selaras dengan langkah yang diambil Pemerintah Indonesia. Sebab Menteri Agama Fachru l Razi telah lebih dulu menerbitkan Keputusan Menag Nomor 494 Tahun 2020 tertanggal 3 Juni tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia.

Baca juga: Arab Saudi Putuskan Tetap Adakan Haji 2020 dengan Jamaah Terbatas 

Baca juga: Haji 2020 Bisa Diikuti Ekspatriat yang Bermukim di Arab Saudi 

"Dampak untuk Indonesia, keputusan pembatasan haji ini tentu sebagai berita yang sangat positif karena selaras dengan kebijakan yang telah diambil oleh Menteri Agama yang telah lebih dahulu memutuskan tidak mengirim jamaah," ungkap Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Selasa (23/6/2020).

Ia menyatakan keputusan ini bahkan bisa menjadi tambahan argumentasi bagi Pemerintah Indonesia kepada calon jamaah yang kecewa tidak berangkat. Terungkap bahwa kehendak tidak mengirim jamaah haji bukan dari Pemerintah Indonesia, tetapi karena negara tuan rumah atau Arab Saudi yang mengambil keputusan menutup pintu bagi negara luar, termasuk Indonesia.

"Meski demikian, Pemerintah Republik Indonesia melalui perwakilannya (Kedutaan, Konjen, dan Kantor Urusan Haji/KUH) di Arab Saudi tetap harus bertanggung jawab melindungi WNI yang berada di sana yang hendak menunaikan ibadah haji dengan memberikan edukasi dan pelayanan agar ibadah yang mereka jalankan lancar, khusyuk, dan terhindar dari ancaman penularan covid-19," jelasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mustolih juga menilai Pemerintah Arab Saudi tampaknya mengambil jalan tengah di tengah dua kutub arus aspirasi umat Islam dunia yang tetap mendorong haji tetap diselenggarakan seperti biasa, namun di sisi lain ada banyak negara membatalkan pengiriman jamaah haji.

"Akhirnya keputusan yang diambil adalah tetap menyelenggarakan ibadah haji, tapi hanya untuk kalangan dalam negeri. Warga asing yang boleh mengikuti ibadah haji hanyalah mereka yang sudah berada di Arab Saudi," papar dosen UIN Jakarta ini.

Baca juga: Indonesia Apresiasi Putusan Arab Saudi Gelar Haji 2020 dengan Jamaah Terbatas 

Ilustrasi jamaah haji. (Foto: Dok Okezone)

Baca juga: Ini Alasan Arab Saudi Selenggarakan Haji 2020 secara Terbatas 

Dia melanjutkan, keputusan Pemerintah Arab Saudi tersebut tampaknya juga bakal menjadi pembuktian bagi mereka sendiri, apakah dalam waktu dekat bisa dikunjungi untuk kepentingan penyelenggaraan ibadah umrah pascamusim haji nanti atau tidak.

Mustolih melanjutkan, jika penyelenggaraan ibadah haji yang sangat terbatas ini berhasil, dalam arti tidak ada jamaah tertular covid-19 atau setidaknya menekan secara signifikan penularan, maka ke depan bisa saja umrah juga dibuka.

"Tetapi sebaliknya bila nanti banyak jamaah haji terkena virus covid-19, maka Pemerintah Arab Saudi harus bekerja ekstrakeras untuk meyakinkan masyarakat dunia bahwa negera tersebut telah benar-benar aman dari covid-19. Karena prosesi haji kali ini akan mendapat sorotan masyarakat dunia," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya