3 Amalan Pengangkat Derajat di Sisi Allah

Senin 29 Juni 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 614 2238382 3-amalan-pengangkat-derajat-di-sisi-allah-E4GrJomqww.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETIAP manusia sama di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yang membedakan mereka hanyalah ketakwaannya. Bagi mereka yang bertakwa keberuntunganlah yang akan didapat kelak di akhirat. Sebaliknya, bagi mereka yang lalai dan kufur maka termasuk golongan orang yang merugi.

Salah satu perintah Allah yang haram ditinggalkan yaitu sholat lima waktu. Amalan ini yang membedakan umat muslim dengan umat lainnya. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman yang artinya:

”Maka dirikankanlah sholat itu. Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman,” (QS. An-Nisa: 103 ).

Baca juga: Ketahui, Ini Adab Makan Sesuai Sunah Nabi Muhammad

Melansir dari laman Sindonews, dalam hadits yang diriwayatkan Jabir radhiyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : ”Perumpamaan sholat lima waktu adalah seperti seseorang yang mandi di sebuah sungai yang dalam yang mengalir di depan rumahnya sebanyak lima kali sehari," (HR. Muslim).

Selain itu, ada juga amalan yang dapat mengangkat derajat seorang muslim di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, berkata bahwasanya Nabi Muhammad bersabda:

"Sukakah engkau semua ku tunjukkan pada sesuatu amalan yang dengannya itu Allah akan menghapuskan segala macam kesalahan serta mengangkat pula dengannya tadi sampai beberapa derajat?" Para sahabat menjawab; "Baik, ya Rasulullah." Beliau berkata: "Yaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun banyak menghadapi kesulitan, melangkahkan kaki untuk pergi ke masjid, serta menantikan sholat setelah selesai sholat yang satunya. Yang sedemikian itulah yang dinamakan ribat (perjuangan)," (HR. Muslim).

Dari hadits tersebut jelas hanya mereka yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan yang akan selalu dalam naungan Allah. Yaitu mereka yang benar-benar takut kepada Allah dan berjuang melawan hawa nafsunya yang selalu membawa kepada keburukan. Sebagaimana firman Allah:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى

Artinya: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya," (QS. An-Nazi'at: 40).

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

Artinya: "Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)." (QS. An-Nazi'at: 41).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini