Begini Skema Haji dan Umrah di Masjidil Haram

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 614 2238425 begini-skema-haji-dan-umrah-di-masjidil-haram-Y2ua36NcHr.JPG ilustrasi (Foto: Reuters)

BADAN Urusan Masjid Agung di bawah Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci menyiapkan skema pelaksanaan ibadah haji dan umrah selama musim haji 1441H/2020M.

Rencana itu juga termasuk mengizinkan para peziarah umrah untuk memasuki mataf (area untuk mengelilingi) melalui Gerbang Raja Fahd dan keluar melalui Pintu Al-Safa dan Jembatan Al-Nabi, sementara pintu 89 dan 94 akan disisihkan untuk masuknya orang-orang selain umrah.

Mengutip dari laman Saudigazette, jamaah haji yang hendak memasuki lantai dasar mataf untuk tujuan melakukan tawaf dan keluar mereka harus melalui Pintu Ajyad.

Adapun jamaah non-umrah yang datang dari sisi selatan dan barat, mereka harus memasuki lantai pertama mataf melalui pintu Flyover Ajyad dan Flyover Shubaika masing-masing sementara keluar mereka akan melalui eskalator dan Jembatan Al-Safa.

Baca juga: 3 Amalan Pengangkat Derajat di Sisi Allah

Tangga Raja Fahd dan Eskalator Shubaika harus disisihkan untuk masuk ke lantai atas area pintu Raja Fahd di Masjidil Haram. Pintu Raja Fahd dan Raja Abdullah akan disisihkan untuk melakukan sholat sedangkan mataf akan khusus untuk sholat jamaah umrah.

Lantai pertama dan kedua dari masjid suci akan diberikan kepada mereka yang melakukan thawaf, di mana orangtua dan orang-orang dengan kebutuhan khusus akan diizinkan untuk menggunakan lantai kedua.

Akan ada tiga trek dengan penghalang plastik yang ditujukan untuk thawaf untuk memastikan jarak sosial dengan area untuk pengendalian kerumunan. Lantai pertama dan kedua dari mataf akan memiliki masing-masing dua lagu. Lantai dasar dan pertama periode (area untuk sa'i) akan ditunjuk untuk sa'i (ritual berjalan antara Safa dan Marwah).

Pintu keluar bagi mereka yang melakukan sa'i di lantai dasar akan menjadi Pintu Marwa sedangkan pintu masuk ke lantai pertama masa akan melalui Jembatan Al-Nabi dan Pintu Al-Safa dan pintu keluar akan melalui Jembatan Marwa dan Eskalator Al-Raquba.

Rencana tersebut juga menekankan pentingnya meminimalkan titik masuk ke kota Mekah sejak dini hari terutama pada hari Jumat, dan mengendalikan kerumunan di sepanjang jalan utama dan arteri yang menuju ke Masjidil Haram.

Otoritas Saudi juga menggarisbawahi kebutuhan untuk menutup area Haram pusat, terutama pada hari Jumat, dan mendorong penghuni hotel untuk melakukan sholat di dalam rumah mereka demi membatasi jumlah mereka yang memasuki masjid suci.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini