Kisah Muslim Amerika Terbitkan Buku Anak untuk Syiarkan Islam

Selasa 30 Juni 2020 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 614 2238573 kisah-muslim-amerika-terbitkan-buku-anak-untuk-syiarkan-islam-0E69uYfYpi.jpg Ilustrasi buku. (Foto: Freepik)

KEHIDUPAN sehari-hari kaum Muslimin di Amerika Serikat sedikit berbeda. Islam sendiri merupakan agama minoritas di sana. Jadi, segala sesuatunya ada terbatasnya. Namun, inilah yang menjadi ujian untuk setiap Muslim di Negeri Paman Sam.

Salah satu contoh keterbatasannya adalah ketika membesarkan anak sebagai Muslim di Amerika. Tidaklah mudah melakukannya. Anak-anak sering berhadapan dengan berbagai persepsi keliru mengenai Islam di lingkungan sosial mereka, dan tidak jarang akhirnya membuat mereka terkucil.

Baca juga: 4 Hikmah yang Sangat Besar dari Sholat Dhuha 

Tiga bersaudara berusaha mengubah keadaan itu. Mereka mendirikan perusahaan bernama Noor Kids yang tujuan utamanya menghasilkan buku cerita Muslim yang mudah dimengerti anak-anak dan mengajak mereka mendalami Islam.

Seorang penulis buku dan pendongeng, Amin Aaser (32), rutin menggelar acara di kanal Youtube. Saat itu ia sedang bercerita mengenai tokoh Simba dalam film "The Lion King" dan mengajak anak-anak Muslim mencontoh kepribadian Simba yang tidak pantang menyerah serta berani membela kebenaran.

Bersama saudara laki-lakinya, Mohammed Aaser, ia membuka bisnis buku anak Muslim bernama Noor Kids sejak tahun 2000.

"Ini bukan buku biasa. Buku ini masing-masing mengusung tema penting seperti jangan pernah menyerah, berbersih diri, kekuatan doa, menunaikan ibadah haji, dan banyak lainnya. Tujuan kami adalah mengajarkan anak-anak ajaran Islam dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti," jelas Amin, seperti dikutip dari VOA, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Tata Cara Lengkap Sholat Dhuha 

Ia mengungkapkan, pengalaman masa kecilnya, serta pengalaman saudara laki-laki dan saudara perempuannya, sebagai keturunan pasangan imigran asal Pakistan, di Negara Bagian Minnesota, menjadi inspirasi buku anak-anak berseri itu.

Amin dan saudara laki-lakinya sendiri yang pada awalnya menulis buku-buku itu dengan mendapat pengarahan dari sejumlah tokoh Muslim di sana.

Kisah-kisahnya dipusatkan pada sebuah kota kecil bernama Maple Grove. Ini merupakan kawasan pinggiran di Minneapolis, tempat dia dibesarkan. Salah satu dari empat karakter utama dalam cerita buku-buku itu adalah panda karismatik yang juga bernama Amin.

Amin menyatakan bersama saudara-saudaranya mendapat ide membuat buku cerita anak dalam sebuah acara kumpul keluarga, atau tepatnya setelah saudara perempuannya mengumumkan sedang hamil.

Baca juga: Menemukan Jodoh yang Tepat Melalui Sholat Istikharah 

Akibat pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan, mereka tidak ingin generasi berikutnya, terutama anak-anak Muslim, menghadapi kenyataan serupa.

Buku seri mereka berjudul utama Noor Kids. Noor artinya 'cahaya' dalam bahasa Arab. Mereka ingin, buku-buku karyanya memberi penerangan bagi anak-anak Muslim.

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Buku-buku Noor Kids mengangkat kisah sederhana untuk konsumsi anak usia 4 hingga 8 tahun. Buku itu mengulas kisah empat hewan kartun dengan nama bernuansa Muslim yakni Amin, Shireen, Asad, dan Amira.

Shareefah Shaleh, seorang anak perempuan berusia 7 tahun, mengaku senang dengan buku-buku Noor Kids.

Baca juga: Menag Sebut Ibu adalah Madrasah Pertama bagi Anak-anaknya 

"Saya melihat buku-buku Noor Kids. Saya senang. Saya sudah punya empat. Saya suka membacanya. Saya selalu menunggu buku-buku Noor Kids lainnya," kata Shareefah.

Begitupun ayahnya, Zulham Shaleh. "Oh, buku Noor Kids datang. Mereka sangat senang. Mereka tidak mau meninggalkan buku itu sebelum selesai membacanya. Bagi saya, ini sangat membantu, saya ingin anak-anak saya mempelajari Islam dengan cara yang sederhana tapi mengena," paparnya.

Sementara Zainab Zulfam, seorang pakar masalah anak, juga ikut menyambut kehadiran buku-buku Islami tersebut.

"Saya ingin anak perempuan saya tumbuh dan dinilai berdasarkan sifat-sifatnya, bukan karena agamanya. Apakah itu permintaan yang berlebihan? Saya ingin anak saya menjalani hidup karena pilihannya sendiri. Saya tidak ingin anak saya tidak malu sebagai Muslim," kata Zainab Zulfam.

Baca juga: Nikmat yang Kerap Membuat Manusia Tertipu 

Noor Kids saat ini sudah sangat berkembang. Amin dan saudaranya mempekerjakan sejumlah penulis, penata artistik, dan beberapa staf pendukung lainnya. Mereka juga melebarkan sayap ke bisnis kemping online, dan berusaha membuat film animasi dan aplikasi komputer berbasis tokoh-tokoh dalam buku seri Noor Kids.

Amin dan Mohammed Aaser memiliki gelar kesarjanaan di bidang bisnis yang meyakinkan. Aaser lulusan Harvard University, sementara Amin meraih gelar MBA di University of California, Berkeley. Di balik keberhasilan mereka, Amin dan Aaser masih sulit melupakan pengalaman masa kecilnya.

Ilustrasi anak Muslim. (Foto: Freepik)

Aaser saat berusia 16 tahun pernah bekerja di sebuah toko komputer. Setelah serangan teroris 11 September 2001, seorang pelanggan perempuan menghina namanya yang sangat terkesan Muslim dan menyatakan tidak ingin lagi datang ke toko itu karena ada Mohammed Aaser.

Amin ketia berumur 13 tahun, dan setelah serangan teroris 11 September, sering diolok-olok teman sekolahnya saat bulan Ramadhan karena menjalankan ibadah puasa. Ibunya yang mengenakan jilbab juga kerap menjadi sumber cemoohan teman-teman Amir.

Baca juga: Baca Doa Ini agar Terhindar dari Sifat Dengki 

Amir dan Aaser tidak ingin pengalaman masa kecil mereka dialami keponakan dan anak-anak Muslim lainnya. Lewat buku-buku Noor Kids, yang kini ratusan ribu kopinya telah tersebar di berbagai penjuru dunia, mereka ingin anak-anak Muslim bangga dengan identitas mereka dan selalu mematuhi ajaran Islam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini