Uniknya Masjid Cheng Ho Warisan Budaya Indo-China

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 615 2241829 uniknya-masjid-cheng-ho-warisan-budaya-indo-china-s8u9id7KIt.jpg Masjid Muhammad Cheng Ho di Kota Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Youtube Official iNews)

AGAMA Islam hadir di tanah Nusantara berkat peran sosok-sosok penting dari berbagai kalangan. Jika di Indonesia terdapat sosok Wali Songo yang sangat gigih menjalankan misi keislaman di setiap daerah, maka ada pula sosok dari luar negeri yang juga berjasa terhadap penyebaran Islam di Nusantara.

Tokoh tersebut ialah Laksamana Cheng Ho. Terkenal sebagai tokoh dari Negeri Tirai Bambu, ia ikut dalam misi dakwah Islam di Indonesia.

Baca juga: Melihat Sejarah Masjid Laweyan yang Dahulunya Bangunan Pura 

Sejarah mencatat Laksamana Cheng Ho ditunjuk sebagai ketua misi diplomasi kepada Kaisar China melalui ekspedisi laut dan perdagangan pada 1405 hingga 1433, 7 kali pelayaran dan berkunjung sampai 37 negara.

Perjuangannya pun diwariskan dan diabadikan dalam bentuk Masjid Muhammad Cheng Ho. Masjid Muhammad Cheng Ho berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, dan diresmikan pada 23 Mei 2003.

Masjid Muhammad Cheng Ho memiliki keunikan dari sisi arsitekturnya. Bangunannya merupakan hasil alkulturasi budaya China dan Indonesia.

Keunikan tersebut dapat terlihat ketika memasuki halaman masjid. Patung yang dibuat menyerupai tokoh yang berjasa dalam penyebaran agama Islam tersebut.

Dibentuk sedemikian rupa sebagai penghargaan terhadap pengabdian Laksamana Cheng Ho dan dalam pengorbanannya terhadap agama Islam.

Terdapat pula patung kapal layar yang dahulu digunakan sebagai transportasi Laksamana Cheng Ho dalam melakukan ekspedisinya.

Baca juga: Intip Pesona Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Palembang 

Atap bangunan Masjid Muhammad Cheng Ho berbentuk kelenteng dan bersusun layaknya pagoda. Kemudian pintu depannya terdapat beduk sebagai pelengkap masjid.

Sementara pada sisi bangunan kanan-kirinya dihiasi ornamen serta kaligrafi Arab. Tentunya pemandangan ini dapat dinikmati oleh pengunjung atau turis mancanegara.

Masjid Muhammad Cheng Ho di Surabaya. (Foto: Youtube Official iNews)

Takmir Masjid Cheng Ho, Ahmad Hariyono, mengungkapkan bahwa pada masa pandemi virus corona (covid-19) ini aktivitas di sana menjadi sepi. Bahkan ada kegiatan yang ditiadakan sejak Maret lalu.

Baca juga: Tertua di Palembang, Masjid Muara Ogan Masih Kokoh dan Megah Berdiri 

"Kegiatan Masjid Muhammad Cheng Ho di bulan Ramadhan ini tidak seperti tahun-tahun yang dulu sebelum ada covid-19 ini, sehingga kegiatan yang hanya dapat terlaksanakan bulan Ramadhan ini yaitu kegiatan bakti sosial, sholat berjamaah bersama anak yatim, serta kegiatan buka puasa bersama anak yatim. Saat kegiatan digelar pun dapat menampung jamaah sekitar 600–700 saja," tuturnya, seperti dikutip dari akun Youtube Official iNews, Senin (6/7/2020).

Masjid Muhammad Cheng Ho pun kini dilengkapi fasilitas kebersihan seperti pencuci tangan dan sabun, hand sanitizer, hingga penyemprotan area masjid secara berkala. Sehingga bagi para turis yang ingin berkunjung harap bersabar terlebih dahulu dengan adanya situasi tersebut.

Baca juga: Keputusan Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid Ada di Pengadilan Turki 

Masjid Muhammad Cheng Ho di Surabaya. (Foto: Youtube Official iNews)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini