Bulan Dzulhijjah, Waktunya Lebih Berbakti kepada Orangtua

Yudistira, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 330 2253626 bulan-dzulhijjah-waktunya-lebih-berbakti-kepada-orangtua-SkmleJWdXd.jpg Ilustrasi berbakti kepada orangtua. (Foto: Freepik)

DZULHIJJAH merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan, banyak amalan yang dianjurkan dalam bulan ini. Di antaranya adalah puasa 8 hari pertama Dzulhijjah, Puasa Arrafah, berkurban, dan bersedekah.

Menurut Habib Novel Alaydrus, salah satu amalan yang paling baik di bulan Dzulhijjah adalah amalan hati.

Baca juga: 13 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami Bermakna Cantik dan Mulia 

"Semua amalan yang baik di bulan yang baik itu baik. Semua amalan baik di bulan apa pun itu baik. Tapi jika tanya kepada saya amalan apa yang terbaik di bulan Dzulhijjah? Kita mulai dari nomorr 1. Apa itu? Ta'dim yaitu amalan hati," ungkap Habib Novel menanggapi pertanyaan jamaah, seperti dikutip dari akun Youtube Majelis Ar-Raudhah, Selasa (28/7/2020).

Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Masjid Arraudhah, Solo, ini mengungkapkan amalan Islam itu terbagi menjadi dua, yaitu amalan hati dan amalan lahiriah. Amalan lahiriah berupa menyembelih hewan kurban, puasa, dan sedekah. Sedangkan amalan hati tidak memiliki benci, iri, atau sombong.

"Amalan batin banyak orang lupa, tapi hukumnya wajib. Syariat Islam itu dibagi menjadi dua, yaitu syariat lahiriyah dan syariat batiniah. Karena setiap Muslim harus mencontoh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam," ungkap Habib Novel.

Mengagungkan bulan Dzulhijjah ketika memasuki Idul Adha bukan hanya menyembelih sapi dan kambing. Salah satu amalan hati untuk mengagungkan bulan Dzulhijjah adalah Ta'dim atau amalan hati.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

كَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُو

Artinya: "Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS Al Hajj: 32)

Syiar Allah yang luar biasa pada bulan Dzulhijjah adalah bakti seorang anak kepada orangtua. Pada bulan Dzulhijjah, Allah mencontohkan secara langsung bakti seorang anak kepada orangtua. Di mana Nabi Ismail Alaihissalam rela mengorbankan nyawanya untuk disembelih ayahnya Nabi Ibrahim Alaihissalam atas perintah Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Seorang anak diminta nyawanya bukan dengan cara dikasih penyakit, dengan cara bukan dibunuh, diminta nyawanya harus disembelih dengan ayahnya tercinta," ujar Habib Novel, dikutip dari akun Youtube Majelis Ar-Raudhah, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Ini Peran Ulama dalam Pencegahan Persebaran Covid-19 

Kemudian ia mengutip firman Allah bagaimana dialog Nabi Ibrahim dan Ismail. Ibrahim pun mendatangi Ismail. Ia berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu."

Ismail yang masih belia menjawab dengan penuh kesalihan dan keikhlasan. "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

Menurut Habib Novel, dialog antara Nabi Ibrahim dan Ismail menunjukkan pengabdian Nabi Ismail kepada orangtuanya.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Ismail tanpa berpikir panjang mengorbankan nyawanya untuk disembelih ayahnya atas perintah Allah.

"Sudahkah Engkau sembelih nafsumu untuk orangtuamu? Sudahkah menyembelih egomu untuk orangtuamu? Sudahkah Engkau meletakkan wajahmu di kaki orangtuamu?" tanya Habib Novel kepada jamaah.

Beliau berpesan bulan Dzulhijjah adalah bulan birrul walidain. Di mana seorang anak harus senantiasa berbakti kepada orangtua. Setiap sholat mendoakan orangtuanya.

Wallahu a'lam.

Baca juga: Begini Cara Menghilangkan Marah dan Kesal Sesuai Syariat 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini