Dahsyatnya Puasa Arafah, Menghapus Dosa Tahun Lalu dan Sesudahnya

Riyadi Akmal, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 330 2254274 dahsyatnya-puasa-arafah-menghapus-dosa-tahun-lalu-dan-sesudahnya-bATRHqi1qJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PUASA Arafah adalah puasa sunah pada Hari Arafah, yaitu setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak pergi haji. Puasa Arafah memiliki hikmah serta keutamaan sangat besar bagi seorang Muslim. Tahun ini Puasa Arafah bertepatan dengan hari Kamis 30 Juli.

Baca juga: 5 Keutamaan Puasa Arafah Beserta Dalilnya, Rugi Kalau Kamu Tinggalkan 

Mengutip dari Muslim.or.id, Rabu (29/7/2020), Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda tentang puasa Arafah, yang artinya:

"Dari Abu Qatadah Al Anshariy (ia berkata), 'Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada Hari Arafah?" Maka beliau menjawab, 'Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya'." (HR Muslim Nomor 1162 dalam hadis yang panjang)

Imam Nawawi dalam Al Majmu' (6: 428) berkata, "Adapun hukum Puasa Arafah menurut Imam Syafii dan ulama Syafiiyah yaitu disunahkan Puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Padang Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Padang Arafah, menurut Imam Syafii secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafiiyah, bahwa disunahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadis dari Ummul Fadhl."

Adapun orang yang berhaji tidak disunahkan melaksanakan Puasa Arafah, berikut dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi:

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

Artinya: "Dari Ummul Fadhl binti Al Harits bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada Beliau, ketika Beliau sedang berhenti di atas unta Beliau, maka Beliau meminumnya." (HR Bukhari Nomor 1988 dan Muslim Nomor 1123)

Kemudian orang-orang yang tidak pergi berhaji dan mampu melaksanakan puasa, maka disunahkan untuk melakukan puasa di Hari Arafah ini untuk mendapatkan syafaat dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, "Hari Arafah lebih utama dari 10.000 hari." Atho berkata, "Barang siapa berpuasa pada Hari Arafah, maka ia mendapatkan pahala seperti berpuasa 2.000 hari."

Baca juga: Puasa Arafah, Begini Tata Cara Niatnya 

Sungguh besar syafaat dari Allah Subhanahu wa ta'ala pada Hari Arafah. Kemudian orang yang melaksanakan Puasa Arafah insya Allah diampuni dosanya, seperti dijelaskan dalam hadis yang diriwayakan Abu Qotadah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim Nomor 1162)

Sungguh besar kasih sayang Allah Subhanahu wa ta'ala kepada hamba-Nya, jadi laksanakanlah puasa jika mampu.

Jika tidak mampu maka berbuatlah amalan yang baik dan salih agar mendapat pahala dari kemulian Hari Arafah ini. Amin Ya Rabbal'alamin.

Wallahu a'lam.

Baca juga: Puasa Sunah Arafah dan Kamis Boleh Digabung, Ini Lho Bacaan Niatnya 

Wukuf di Padang Arafah. (Foto: Kemenag)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini