60 Persen Biro Travel Haji dan Umrah Terancam Bangkrut

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 614 2254736 60-persen-biro-travel-haji-dan-umrah-terancam-bangkrut-4PYaQpgxdc.JPG Jamaah haji melakukan thawaf mengelilingi Kakbah dengan menerapkan jaga jarak (Foto: Twitter Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi)

BIRO perjalanan haji dan umrah paling merasakan dampak pelaksanaan ibadah haji terbatas yang digelar tahun ini. Pihak berwenang di Arab Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa hanya beberapa ribu peziarah yang tinggal di Kerajaan akan diizinkan melakukan haji tahun ini. Sebanyak 60 persen operator tur haji dan umrah Indonesia bahkan terancam tutup.

"Mayoritas operator tur haji dan umrah telah menempatkan karyawan mereka pada cuti tanpa adanya kegiatan perjalanan," ujar Sekretaris Asosiasi Operator Haji dan Umrah Swasta Indonesia, Muharom Ahmad, dikutip dari laman Arab News.

"Sisanya yang 40 persen telah berhasil bertahan karena mereka memiliki cabang bisnis lain yang dapat terus berkembang selama pandemi, seperti makanan dan minuman, atau pendidikan," tambahnya.

Asosiasi ini merupakan forum untuk lima asosiasi operator tur haji dan umrah, yang bersama-sama mewakili lebih dari 1.300 bisnis di negara mayoritas muslim terbesar di dunia. Semuanya diakreditasi oleh Departemen Agama negara.

Baca juga: Yuk Takbir Idul Adha, Begini Lafadz dan Artinya

Pemerintah Indonesia mengumumkan pembatalan ziarah pada 2 Juni 2020 lalu. Ahmad memperkirakan bahwa penangguhan perjalanan haji dan umrah selama setahun dapat membebani operator tur sekitar Rp32 triliun atau USD2,2 miliar.

"Pendapatan itu akan mengalir ke vendor dan mitra kami, seperti maskapai penerbangan, hotel, katering, dan pemasok pakaian dan fasilitas perjalanan peziarah," ujar dia.

Sejak Maret, ia menambahkan, sebagian besar operator tur tidak dapat menjalankan bisnis mereka, kecuali memproses pengembalian uang.

"Bahkan mereka yang melakukan diversifikasi bisnis mereka untuk memasukkan makanan dan minuman menghadapi persaingan yang tajam di pasar yang sudah jenuh, karena itu tampaknya menjadi bisnis yang semua orang beralih ke saat ini," papar Ahmad.

Ahmad menambahkan, pandemi Covid-19 bukan satu-satunya alasan operator tur keluar dari bisnis. Namun, menjamurnya popularitas paket umrah online, adalah salah satu faktor lain pemicunya, di mana mereka memperbolehkan peziarah untuk mengunjungi Arab Saudi dan melakukan umrah dengan visa turis, tanpa perlu meminta bantuan operator tur.

Setiap dua tahun terakhir, rata-rata satu juta peziarah Indonesia melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk umrah, dan negara itu memiliki kuota haji terbesar di dunia tahun ini, yaitu 221.000 peziarah. Dari jumlah tersebut, 17.680 adalah "peziarah khusus," yang menggunakan operator tur haji dan umrah pribadi.

Ahmad, yang telah berkecimpung dalam bisnis tur sejak 2005, mengatakan bahwa sekitar 30 persen jamaah haji yang terdaftar di perusahaannya telah membatalkan rencana mereka sepenuhnya.

Jamaah Haji

Baca juga: 6 Amalan Sunah di Hari Arafah, Nomor 5 Paling Ringan Dilakukan

Sisanya memilih menunda perjalanan mereka sampai tahun depan, setelah Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa mereka yang telah membayar penuh untuk gelaran haji tahun ini akan ditempatkan pada daftar prioritas untuk tahun 2021 mendatang.

"Kami masih berhasil memiliki sekitar 200 jamaah haji berangkat awal tahun ini sebelum semuanya berhenti," kata Ahmad seraya menambahkan bahwa ia tidak tahu kapan haji akan dilanjutkan.

“Beberapa dari kita, dengan pandangan pesimistis, memperkirakan bahwa paling cepat kita bisa kembali berbisnis adalah pada bulan Maret tahun depan. Semuanya sangat tidak pasti sehingga sulit untuk membuat rencana bisnis saat ini," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini