Kiai Ma'ruf Amin: Maknai Idul Adha dengan Tabah Hadapi Wabah Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 00:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 614 2255216 kiai-ma-ruf-amin-maknai-idul-adha-dengan-tabah-hadapi-wabah-covid-19-Z9UGIqTeR4.JPG Wapres RI, KH Ma'ruf Amin (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

WAKIL Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), KH. Ma’ruf Amin mengajak masyarakat untuk memaknai Idul Adha 1441 Hijriah sebagai momentum kepasrahan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala cobaan.

Ia mengatakan, terdapat tiga pembelajaran yang dapat diambil dalam memaknai Idul Adha, yaitu pertama, kepatuhan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

“Ucapan orang itu kalau dipanggil oleh Allah untuk melaksanakan (perintahNya), tidak ada ucapan lain kecuali satu, sami'na wa atho'na. (Artinya) kami mendengar dan kami taat. Melaksanakan apa yang diperintahkan dan mereka itu adalah orang-orang yang berbahagia,” ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2020).

Kedua, ialah adanya tuntutan untuk berkurban. Kiai Ma’ruf menjelaskan, berkurban tidak hanya ditandai secara simbolis saja yaitu dengan menyembelih hewan kurban. Namun, berkurban yang lebih penting adalah berbagi dan menolong kepada sesama.

"Terutama di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini, di mana banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, hal ini sesuai dengan pesan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang berbunyi: "Siapa dari mereka yang telah memiliki kelebihan bekalnya, maka hendaknya diberikan kepada mereka yang membutuhkan,".

“Tapi justru yang paling penting untuk berbagi, terutama untuk menolong orang-orang yang miskin. Apalagi pada masa pandemi ini banyak orang-orang yang hidupnya kemudian menjadi miskin dan kehilangan pekerjaan. Pemerintah (juga) memberikan bantuan, bantuan sosial, untuk menolong mereka,” tambah dia.

Ketiga, Idul Adha memiliki makna bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan senantiasa menguji hambanya dengan memberikan berbagai macam cobaan. Salah satunya dengan musibah adanya wabah penyakit saat ini, yakni Covid-19.

Seluruh umat manusia di seluruh dunia tengah diuji kesabaran dan keimanannya. Hal ini juga sekaligus meningkatkan ketakwaan.

“Allah menyatakan bahwa "Pasti (Kami) akan uji kalian semua dengan suatu ketakutan, dengan rasa takut, dengan kelaparan”. Akan kita coba untuk menguji kesabaran. Karena dalam situasi biasa-biasa saja, tentu orang tidak pernah kelihatan. Tapi akan kelihatan kalau mengalami ujian atau cobaan. Ketabahan-ketabahannya, kepanikannya di situ akan terlihat,” terang Kiai Ma'ruf.

Selain itu, dirinya berharap, agar seluruh manusia dapat melewati cobaan ini, yaitu wabah Covid-19 yang sedang dialami dengan baik dan penuh ketabahan, khususnya bagi umat Islam.

“Mudah-mudahan dengan Idul Kurban, (makna) cobaan-cobaan, pentingnya pengorbanan, kepatuhan kepada Allah ini menjadi pelajaran berharga buat kita. Untuk dijadikan contoh dalam kita mengarungi hidup kita. Mudah-mudahan kita menjadi hamba yang patuh Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini