Ini Keutamaan dan Larangan Hari Tasyrik yang Wajib Kamu Ketahui

Rivaldy Maulana Alamsyah, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 330 2255629 ini-keutamaan-dan-larangan-hari-tasyrik-yang-wajib-kamu-ketahui-Xoa14PTVqM.jpg ilustrasi (stutterstock)

SETELAH Idul Adha, ada tiga hari istimewa yang disebut Hari Tasyrik yakni pada 11 hingga 13 Dzulhijjah. Banyak keutamaan Hari Tasyrik sehingga dianjurkan memperbanyak zikir dan berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat, karena ini termasuk hari-hari ijabah doa.

Hari Tasyrik juga diharamkan untuk berpuasa baik yang sunah maupun puasa pengganti. Hari ini juga masih diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban, batasnya sampai jelang terbenam matahari 13 Dzulhijjah.

Dilansir dari Tafsir Learn Quran, Minggu (2/8/2020), ada beberapa penjelasan mengenai dilarangnya berpuasa pada Hari Tasyrik.

Dari Nubaisyah al-Hudzali, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)

Baca juga: Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di 10 Negara, dari China hingga Turki

Hari Tasyrik disyariatkan Allah SWT sebagai hari makan dan minum agar para muslim makin giat berzikir dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Inilah bentuk syukur nikmat yang paling sempurna.

Keutamaan Hari Tasyrik

Meskipun terdapat larangan berpuasa, Hari Tasyrik memiliki banyak keutamaan yang dapat mendatangkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat, yaitu sebagai berikut.

1. Hari yang Paling Agung di Sisi Allah

Dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Qurth, Rasulullah saw. bersabda:

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan disahihkan Al-Albani. Al-A’dzami mengatakan di dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah bahwa sanadnya sahih).

Adapun yang dimaksud dengan hari al-qarr adalah tanggal 11 Dzulhijah berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah bahwa Abu Bakar mengatakan: “Hari al-qarr adalah hari kedua setelah hari kurban.”

2. Hari yang Sangat Utama untuk Berzikir

Salah satu amalan yang rutin dilakukan para sahabat Rasulullah saw. saat mendapati hari-hari yang terbilang, termasuk hari tasyrik, adalah memperbanyak zikir.

Oleh karena itu, umat muslimin juga sangat dianjurkan melafalkan zikir, baik takbir, tahmid, maupun lainnya terutama setelah salat wajib.

3. Waktu Tepat Meminta Kebaikan Dunia dan Akhirat

Setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat kepada Allah Swt.

Doa ini pula yang dibaca Rasulullah saw., ketika datang hari tasyrik. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Annas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

“Bahwasanya doa yang paling banyak dibaca Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah rabbana aatinaa fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaabannaar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Hari Dikabulkannya Doa-Doa

Terkabulkannya doa merupakan hak Allah SWT. sepenuhnya, tetapi manusia wajib mengusahakan semaksimal mungkin.

Salah satu caranya adalah dengan berdoa di waktu-waktu yang diutamakan, seperti di hari tasyrik agar doa mudah dikabulkan.

Dalam Lathoif Al-Ma’artif dijelaskan mengenai sebuah riwayat dari Kinanah Al Quraisy, bahwa ia mendengar Abu Musa Al As’ari r.a. berkhutbah di hari an-nahr (Iduladha) dan berkata:

“Pada tiga hari setelah an-nahr itulah yang disebut Allah Swt. sebagai ayyamul ma’dudat. Doa yang dipanjatkan di hari-hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamu semua dengan berharap kepada-Nya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini