Kota Petra, Saksi Hancurnya Kaum Tsamud yang Menolak Dakwah Nabi Saleh

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 615 2264213 kota-petra-saksi-hancurnya-kaum-tsamud-yang-menolak-dakwah-nabi-saleh-a176hFtXOL.jpg Kota Petra di Yordania. (Foto: Freepik)

PETRA merupakan ibu kota Kerajaan Nabath atau Nabatean di Yordania. Kota ini berjaya selama satu abad sebelum masehi sampai abad pertama masehi. Nabatean menjadi cikal bakal dari kaum Tsamud, kaumnya Nabi Saleh Alaihissalam.

Dalam bangunan tersebut terdapat patung-patung yang dijadikan Kerajaan Nabath sebagai berhala mereka. "Namun, patung yang ada tanpa kepala. Membuktikan bahwa umat Islam telah sampai ke tempat ini dan menguasai sehingga dihilangkan kepala-kepala yang ada di patung tersebut," ujar Ustadz Syafiq Riza Basalamah, dikutip dari akun Youtube-nya, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: 5 Masjid Terapung Terunik di Dunia, Bakda Sholat Bisa Menikmati Senja Lho 

Kaum Tsamud diberikan kekuatan dan kelebihan untuk menguasai serta memakmurkan dunia. Mereka diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk membuat kotanya menjadi yang terbaik dalam segi bangunan. Rumah, kuburan, tempat hiburan berupa teater, dan menjadikannya sebagai koloseum.

Semua bangunan di Petra, mereka pahat dengan tangan sendiri, betapa kuat dan lihainya mereka dalam memahat pegunungan yang ada di sana. "Terdapat Al Khazneh yaitu tempat yang dijadikan gerbang utama sebelum masuk ke Kota Petra. Pada zaman dahulu, di sini tempat penyimpanan harta benda saat ada acara," jelas Ustadz Khalid Basalamah yang dikutip dari akun Youtube Uhud Tour.

Kota Petra di Yordania. (Foto: Freepik)

Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan kekuatan kepada kaum Tsamud untuk memahat gunung menjadi tempat tinggal dan sebagainya, tetapi mereka menyembah berhala. Maka diutuslah Nabi Saleh Alaihissalam untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar dan kisah ini ada dalam Alquran Surah Al A'raf Ayat 73–79, Hud Ayat 61–68, dan Fushshilat Ayat 17–18.

Ketika Nabi Saleh Alaihissalam menyuruh kaum Tsamud menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala, mereka berada dalam keraguan dan kegelisahan terhadap agama yang Nabi Saleh serukan. Lalu kaum Tsamud meminta pembuktian bahwa apa yang disampaikan Nabi Saleh benar.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan unta betina kepada mereka dan Nabi Saleh Alaihissalam berpesan, "Jangan Engkau sakiti dan biarkanlah dia makan di bumi Allah."

Baca juga: Melihat Bir Tuwa, Sumur Pemandian Nabi Setelah Ibadah Haji 

Tetapi kaum Tsamud tetap ingkar, mereka membunuhnya. Dikutip dari laman iNews.id, penyebab kaum Tsamud menyembelih unta betina itu karena ulah seorang wanita tua dari kalangan mereka bernama Unaizah binti Ganam ibnu Mijlaz atau disebut Ummu Usman.

Unaizah adalah musuh sengit Nabi Saleh Alaihissalam dan seorang kafir yang mempunyai banyak harta serta anak perempuan yang terkenal cantik-cantik.

Lalu ada seorang wanita lainnya yang bernama Sadaqah binti Al Muhayya ibnu Zuhair ibnul Mukhtar. Dia mempunyai kedudukan tinggi, berharta, dan cantik. Mereka berdualah yang memutuskan kepada kaum Tsamud untuk membunuh unta dari Nabi Saleh Alaihissalam, sebab mereka memiliki hadiah untuk orang yang membunuhnya.

Nabi Saleh Alaihissalam yang mengetahui ini pun berkata, "Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Setelah melewati tiga hari, datanglah azab Allah Subhanahu wa ta'ala yang tidak mereka percayai sebelumnya.

Sebelum datangnya azab Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Shalih Alaihissalam beserta kaumnya yang bertakwa meninggalkan kaum Tsamud dan tempat tersebut. Lalu Nabi Saleh berkata, "Wahai kaumku. Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhan-ku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat."

Baca juga: Ziarah Makam Sunan Giri Dibuka, Langsung Diserbu Pengunjung 

Kota Petra di Yordania. (Foto: Freepik)

Kemudian datanglah gempa merobohkan rumah dan kehidupan mereka disertai gemuruh petir yang menyambarnya, matilah mereka seketika.

Kini Kota Petra menjadi sejarah bahwa kaum Tsamud yang kuat sekalipun tidak bisa menolak dan menghindari azab Allah Subhanahu wa ta'ala dikarenakan perbuatan yang menghinakan mereka.

Sebagian dari tempat tersebut Allah Subhanahu wa ta'ala selamatkan, seolah-olah mereka tidak pernah meninggali kota tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa orang-orang terdahulu yang mengingkari adanya Allah Ta'ala, maka akan diazab, dan sebagai pelajaran untuk orang-orang yang hidup setelahnya.

Wallahu a'lam bisshawab.

Baca juga: 4 Kuliner Halal Khas Lebanon yang Wajib Kamu Coba, Lezat dan Autentik 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini