Merasa Sempit Rezeki? Mungkin Ini Penyebabnya

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 330 2265720 merasa-sempit-rezeki-mungkin-ini-penyebabnya-9NOkWZXNpM.jpg Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

REZEKI sudah pasti didapat manusia sesuai garis takdir dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun terkadang banyak manusia mengeluhkan kurangnya rezeki yang didapat, padahal rezeki itu tidak melulu soal uang.

Diberi umur panjang untuk terus bekerja dan beriman kepada Allah Allah Subhanahu wa ta'ala termasuk salah satu rezeki. Bisa makan yang cukup juga rezeki. Bernapas tanpa bantuan tabung oksigen juga rezeki.

Baca juga: Ini Sunah yang Diajarkan Nabi ketika Tubuh Sedang Sakit 

Bayangkan orang yang sakit dan ingin bernapas harus menggunakan tabung oksigen, di mana harga satu tabungnya mencapai jutaan rupiah. Maka jika menghitung nikmat Allah Azza wa jalla berupa rezeki tidak akan sanggup karena Allah Ta'ala memberikannya kepada manusia setiap saat.

"Kerusakan yang ia dapatkan karena terlalu cinta dunia adalah gundah, merasa miskin, dan usahanya tidak lancar. Di dalam otaknya hanya terdapat dunia, dunia, dan dunia," ujar Ustadz Ahmad Zainuddin dalam ceramahnya, dikutip dari akun Youtube Yufid TV, Sabtu (22/8/2020).

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang menjadikan dunia tekadnya paling besar, maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan menghancurkan usahanya, dan menjadikan kefakiran di depan kedua matanya, dan tidak didatangkan dunia kepadanya kecuali yang sudah ditakdirkan untuknya. Siapa yang menjadikan akhirat adalah tekad utamanya, Allah Subhanahu wa ta’ala akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya, dan Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan (menguatkan) usahanya." (HR Ibnu Majah nomor 4105)

"Rasulullah berpesan ketika manusia bekerja untuk dunia, Beliau mengatakan: Takwa kepada Allah, perbaiki hubunganmu dengan Allah, dan usaha yang baik. Takwa mempunyai persentase yang lebih besar daripada usaha itu. Contoh nyata orang yang bertakwa dengan usaha yang sedikit akan menghasilkan yang banyak," jelas Ustadz Ahmad Zainuddin.

Baca juga: Tahan Amarahmu, Allah Akan Balas dengan Bidadari Bermata Jeli 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran Surah Ath-Thalaq (65) Ayat 2–3:

"... Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya ..."

Orang-orang yang menjalani hidupnya penuh dengan ketakwaan, maka akan Allah Subhanahu wa ta'ala cukupkan hatinya dengan rasa kaya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga menyuruh manusia untuk selalu melihat ke bawah, yaitu orang-orang yang keadaan hidupnya berbeda di bawah kita agar selalu mensyukuri nikmat-Nya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (al khalq), lihatlah orang yang berada di bawahnya." (HR Bukhari dan Muslim)

Seperti dikutip dari buku '400 Kebiasaan Keliru dalam Hidup Muslim' karya Abdillah Firmanzah Hasan, Ibnu hajar menjelaskan: "Yang dimaksud dengan al khalq adalah bentuk tubuh. Juga termasuk adalah anak-anak, pengikut, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan duniawi."

Sebagai Muslim sudah seharusnya hati disibukkan dengan amalan salih karena akan mendatangkan ketakwaan. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menghindarkan manusia dari kesibukan duniawi yang dapat menjerumuskan kepada kefakiran. Aamiin.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Muslimah Wajib Berhijab untuk Jaga Kemuliaan sebagai Perempuan 

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini