Hati-Hati Bermedia Sosial, Akan Dicatat dan Dihisab di Akhirat Kelak

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 330 2265840 hati-hati-bermedia-sosial-akan-dicacat-dan-dihisab-di-akhirat-kelak-axAuW2i5EW.jpg Ilustrasi penggunaan media sosial. (Foto: Freepik)

DI era digital seperti saat ini pasti orang-orang tidak asing lagi dengan dunia media sosial. Namun apa yang dilihat, didengar, dan ditulis di medsos itu ternyata akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Media sosial merupakan bagian dari kehidupan manusia yang menggunakannya. Jadi apa pun yang dilakukan di dunia terkait hal tersebut akan dicatat dan dihisab oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tanpa disadari, bahwasannya umur dan waktu manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah Ta'ala bakal menanyakan digunakan untuk apa waktu muda seorang Muslim? Apa yang dikerjakannya selama menghabiskan umur di dunia?

Baca juga: Islam Menjunjung Tinggi Toleransi sebagai Kunci Perdamaian, Ini Dalilnya 

Semua waktu yang dihabiskan untuk mengecek laman media sosial akan dicatat ke dalam catatan amal manusia. Apa saja yang dilihat, dibaca, diunggah, dan dikomentari akan tercatat oleh kedua malaikat pencatat amal. Akankah hal itu menjadi amal jariah atau justru membuat dosa jariah?

Kemudian catatan amalan tersebut akan dihisab. Hisab merupakan peristiwa Allah Subhanahu wa ta'ala menampakkan kepada manusia amalan mereka di dunia. Allah Ta'ala juga mengingatkan dan memberitahukan kepada manusia tentang amalan kebaikan dan keburukan yang dilakukan.

Ilustrasi media sosial. (Foto: Freepik)

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS Al Mujaadilah: 6)

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

"Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya." (QS Al Mu’min: 17)

"Ingat ini, kalau Anda membuka akun; akun Facebook, akun Twitter, atau akun Instagram; berarti Anda telah membuka pintu hisab yang baru," ungkap Ustadz Dr Firanda Andirja dalam ceramah kajian fikih bermedia sosial, dikutip dari akun Youtube Firanda Andirja, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Istikamah Sholat di Masjid meski Buta, Abdullah bin Ummi Maktum Bikin Khawatir Iblis 

Ia melanjutkan, kalau bisa tidak memiliki akun media sosial itu lebih baik. Jika punya pun diperbolehkan, namun harus bijak dalam menggunakannya. Jangan gunakan kecuali untuk kebaikan, dan jangan juga terlena hingga melupakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ustadz Firanda Andirja pun mengakui bahwa ia memiliki akun Facebook karena harus menulis materi-materi dakwah di sana.

Banyak waktu yang terbuang jika manusia hanya sibuk menggunakan media sosial. Apalagi ketika lebih sering membuka layar ponsel untuk melihat unggahan orang dibanding membuka kitab suci Alquran, atau ketika lebih fokus mengunggah di media sosial daripada sholat kepada Allah Subhanahu wa taa’la, atau kerap sibuk bersosialisasi dengan teman di media sosial namun lupa menelepon ayah dan ibu. Naudzubillahimindzalik.

"Maka kita harus bisa mengontrol diri ketika menggunakan media sosial agar dapat berujung pada kebaikan. Jangan lupakan bahwa apa pun yang dilakukan akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa ta’la," tegas Ustadz Firanda Andirja.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Merasa Sempit Rezeki? Mungkin Ini Penyebabnya 

Ilustrasi media sosial. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini