Dear Para Mertua, Begini Cara Hadapi Menantu Pemalas Kata Buya Yahya

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 330 2266064 dear-para-mertua-begini-cara-hadapi-menantu-pemalas-kata-buya-yahya-APq3NTEITZ.JPG KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: Instagram/@buyayahya_albahjah))

DALAM kehidupan berumah tangga, mertua menjadi orang yang patut kita hormati karena mertua sama seperti orangtua kita sendiri. Sebagai menantu, hendaknya kita menjaga sikap dan menaruh hormat di depan mertua.

Jangan pernah memperlihatkan sikap negatif kita di depan mertua. Misalnya, seperti bermalas-malasan, hanya melakukan kegiatan dari dalam kamar, tidak membaur dengan keluarga mertua dan lain sebagainya. Sebab, perilaku seperti itu justru akan menimbulkan kebencian dari sang mertua.

Lantas bagaimana harusnya mertua menghadapi menantu dengan perilaku semacam itu? Jawabannya ialah selalu bersabar, dan beristighfar. Karena sesungguhnya kita juga harus mencontohkan hal baik kepada menantu kita. Menanam sebuah kebaikan, akan berbuah kebaikan juga.

Baca juga: Alhamdulillah, Anak-Anak Muslim Suriah Kini Bisa Belajar di Sekolah Mobile

Sedangkan menantu, sejatinya jadilah menantu yang cekatan agar tetap disayang oleh mertua. Ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan.

“Saat kamu masuk ke dalam rumah orangtuamu, kamu adalah seorang anak. Walaupun kalian adalah seorang yang memiliki pangkat yang besar, gelar yang banyak. Tapi kalau kau tidak cekatan dengan mertua, kau akan mendapat perlakuan yang buruk dari mertua. Bukan hanya kepada mertuamu saja, tapi kepada siapapun kita harus cekatan,” terang Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menukil kisah di mana pernah suatu hari Rasulullah ingin makan daging kambing dan tugasnya sudah dikerjakan oleh para sahabat. Ada yang menguliti, mencari kayu. Kemudian Rasulullah bertanya “bagian kerjaan ku mana?”

Para sahabat pun menjawab, “Ya Rasulullah engkau duduk manis saja. Nanti kalau sudah matang akan kami siapkan”. Mendengar hal itu Rasulullah pun dengan kerendahan hatinya menjawab “kalau saya tidak dapat bagian bekerja, saya tidak akan makan,”

"Inilah yang dicontohkan Rasulullah bagaimana kita mendapatkan sesuatu harus melakukan usaha. Untuk para calon menantu yang saleh dan salehah dan juga mertua. Sebagai orangtua kita harus terbuka dan juga tetap membimbing anak serta menantu agar mampu menjaga keharmonisan anatara menantu dengan mertua," tutur dai kelahiran Blitar, Jawa timur ini.

"Menyelesaikan permasalahan bukan memperkeruhnya dengan bersabar. Sebenarnya itu adalah musibah, tetapi dengan kita berbesar hati, sabar dan tabah untuk anak dan menantu kita akan dinilai (baik) oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini