Bolehkah Membuat Masker Berlafadz Nabi Muhammad?

Ade Naura, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 330 2266077 bolehkah-membuat-masker-berlafadz-nabi-muhammad-29B2OW2n77.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

DI ZAMAN modern saat ini, sebagian dari kita mungkin suka atau memiliki ide untuk menciptakan sesuatu yang unik dan inovatif. Misalnya, dalam merancang pakaian atau yang sedang tren saat ini yaitu masker kain. Terkadang ada di antara kita yang ingin menggunakan ayat-ayat Alquran, nama Allah, dan Nabi Muhammad untuk dijadikan suatu desain.

Namun apakah hal itu dibolehkan? Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya punya jawaban sendiri atas perkara ini.

Buya Yahya menjelaskan bahwa nama Allah dan nama Nabi Muhammad adalah nama yang dimuliakan, maka hukumnya makruh untuk menulis atau menaruh nama Allah dan Nabi di tempat-tempat yang tidak terhormat.

"Jika nama Allah dan Nabi ditempatkan dalam tempat yang terhormat seperti buku, itu boleh saja karena sudah jelas. Namun, bagaimana jika tidak terhormat? Seperti pada dinding. Dinding adalah tempat yang makruh untuk ditaruhnya nama-nama mulia, karena sebagian ulama mengatakan bahwa takut akan rubuh dan jatuh yang akhirnya akan terinjak," kata dia, dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV, Minggu (23/8/2020).

Baca juga: Dear Para Mertua, Begini Cara Hadapi Menantu Pemalas Kata Buya Yahya

Namun, bila tulisan-tulisan tersebut bisa dijaga tidak rusak dan sebagainya maka lanjut Buya Yahya akan hilang hukum makruhnya. “Kalau baju dan masker hendaknya dihindari, baju tulisannya nama Allah. Biasanya dalam pencuciannya maka dalam mencucinya harus waspada, jangan campurkan dengan sesuatu yang najis,” imbuhnya.

Mungkin orang awam yang tidak mengetahuinya, akan melakukan hal-hal tidak terduga. Seperti di Arab lanjut Buya Yahya, ada orang awam yang tidak mengerti dan menuliskan lafadz Allah di kaki unta, padahal sebenarnya itu tidak boleh bahkan haram. Lantaran mereka tidak belajar dan tidak tahu mengenai itu. Sama ketika halnya ada tulisan ayat atau Allah di baju, namun kita tidak bisa menjaga dan mencucinya dengan baik.

“Anda bisa menjaga, tetapi Anda tidak bisa mencuci dan menyuruh pembantu atau anak Anda untuk mencuci dan tidak mengerti, dicampurkannya dengan najis. Berarti Anda telah menumpuk, mencampur nama Allah dan nama Nabi Muhammad dengan suatu yang najis dengan sengaja, (hukumnya) haram,” paparnya.

Maka untuk kasus seperti itu sangat tidak dianjurkan melakukannya. Namun, jika memang sudah terlanjur dibuat maka harus waspada dalam mencucinya. Seperti tidak mencampurkan dengan najis, dan tidak diinjak. Dalam penyimpanannya pun lanjut Buya Yahya, harus berhati-hati, jangan sampai diduduki, ditumpuk dan sebaiknya disimpan saja di dalam hati atau mushaf atau buku polos.

“Haram tidak, tetapi yakin tidak akan masuk ke tempat yang haram. Selagi tidak, bukan masuk wilayah haram tetapi makruh. Sebaiknya dihindari, karena khawatir akan terhinakan atau terendahkan. Allah tidak akan rendah, akan tapi kita dosa akan itu semua. Yang sudah terlanjur, hati hati dan dijaga. Jadi, sebaiknya tidak usah ditulis seperti itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini