Wapauwe, Masjid Kuno di Maluku yang Pernah Berpindah Sendiri

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 615 2266054 wapauwe-masjid-kuno-di-maluku-yang-pernah-berpindah-sendiri-YoFMAl0oll.JPG Masjid Wapauwe (Foto: Kemdikbud.go.id)

BICARA masjid kuno di Indonesia banyak sekali tersebar di wilayah nusantara. Salah satunya ialah Masjid Wapauwe, di Desa Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Masjid ini merupakan masjid tertua di Maluku, bahkan se wilayah Indonesia Timur. Masjid ini dibangun pada tahun 1414 maka saat ini usianya lebih dari enam abad.

Meski begitu, hingga sekarang masjid ini masih kokoh berdiri. Masjid bersejarah ini memiliki keunikan arsitektur dan memiliki kisah gaib yang dikisahkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.

Masjid ini terletak di utara Ambon, tepatnya di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Pada awalnya Masjid Wapauwe berada di atas bukit Tehala, lalu masyarakat Tehala berpindah permukiman ke wilayah yang lebih rendah di Kaitetu, dan meninggalkan Masjid Wapauwe di tempat awalnya berdiri sehingga masjid ini jarang digunakan.

Baca juga: Masjid As-Salafiyah, Saksi Bisu Perlawanan Pangeran Jayakarta Mengusir Penjajah

Dikutip dari channel YouTube, Official iNews, menurut cerita rakyat setempat, pada suatu hari masjid ini tiba-tiba berpindah ke tengah-tengah permukiman warga. Begitulah kisah berbau gaib yang beredar di masyarakat setempat. Masjid Wapauwe memiliki koleksi bersejarah dengan keunikan arsitektur bangunannya.

Sejumlah ornamen peninggalan sejarah masih tersimpan dengan utuh, konstruksinya berdinding pelepah sagu yang kering dan beratapkan daun rumbia. Bahkan fondasi bangunan induknya dirancang tanpa menggunakan paku atau pasak di tiap sambungannya sehingga dapat dibongkar pasang.

Pada ruang utamanya terdapat lampu antik peninggalan Portugis yang merupakan pelengkap masjid abad ke 16. Kemudian pada sudut selatan dan utara masjid terdapat kaligrafi, terdapat juga timbangan tradisional terbuat dari kayu untuk zakat fitrah yang bebannya seberat 2,5 kilogram.

Tak hanya itu, ada pula lampu dengan kuningan asli yang tergantung, dan bedug tua berukir tipis dan mimbar dari abad ke 13 yang dibawa oleh salah satu ulama dari Arab.

Tak hanya itu, di dalam masjid ini terdapat pula mushaf Alquran tulisan tangan imam pertama Masjid Wapauwe yaitu Muhammad Arikulapessy, dan terdapat juga tulisan tangan Nur Cahya yang merupakan cucu dari imam pertama masjid ini, yang ditulis pada abad ke 16 masehi.

Pada masanya, masjid tua ini memiliki peran strategis dalam mensyiarkan Islam. Bagi masyarakat sekitar Masjid Wapauwe ini memiliki keberkahan tersendiri.

Masjid yang begitu unik dengan berbagai benda bersejarah di dalamnya, menjadikan masjid ini sebagai tempat bersejarah yang tak ternilai harganya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini